34119 KALI DIBACA

Komnas HAM Investigasi Lokasi Pembataian Warga Sari Rejo dan Wartawan

Komnas HAM Investigasi Lokasi Pembataian Warga Sari Rejo dan Wartawan
Komisioner Komnas HAM RI, Natalius Pigay turun ke Medan guna melakukan investigasi terjadinya pembataian terhadap masyarakat Sari Rejo dan wartawan yang dilakukan oleh pihak TNI-AU di Jalan Teratai, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia,
example banner

mediarealitas | POLONIA

Menyikapi insiden aksi penganiayaan terhadap masyarakat Sari Rejo dan wartawan yang dilakukan oleh pihak TNI-AU di Jalan Teratai, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Senin (15/8) lalu, Komisioner Komnas HAM RI, Natalius Pigay turun ke Medan guna melakukan investigasi terjadinya pembataian tersebut.
Kepada wartawan, Natalius Pigay menjelaskan, ada beberapa hal dari maksud kedatangan pihaknya di Medan untuk melakukan tinjau lokasi tragedi itu.
“Seperti yang kita ketahui bersama, peristiwa Sari Rejo yang terjadi, Senin (15/8) lalu, begitu bayak menyita perhatian publik di seluruh Indonesia, melalui pemberitaan atas tindakan-tindakan kekerasan dan kekejaman yang dilakukan pihak TNI-AU kepada masyarakat Sari Rejo. Bahkan aksi tidak manusiawi itu juga menimpa dua orang wartawan turut serta menjadi korban.Atas dasar itulah Komnas HAM terus mengikuti perkembangan melalui media dan mitra Komnas HAM disini, sehingga hari ini kita melakukan tinjau langsung ke lokasi kejadian,” terang Natalius didampingi Pahala Napitupulu dan Effendi Naibaho, kepada wartawan saat berada di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Kamis (18/8) siang.
Masih kata Natalius, ada tiga hal yang akan diusut oleh pihak Komnas HAM sendiri yakni, peristiwa antara masyarakat Sari Rejo dengan aparat TNI-AU yang terjadi, Senin (15/8) lalu, kemudian aksi penganiayaan terhadap dua wartawan, dan terakhir permasalahan tanah Sari Rejo.
“Kami merasa prihatin atas peristiwa tersebut yang tak sepatutnya terjadi dan kini kasus itu menjadi perhatian khusus bagi Komnas HAM secara menyeluruh. Setelah kami menerima laporan dari Forum Masyarakat Sari Rejo, pada, Selasa (16/8) lalu, kami meresponi dan 3 aspek dalam peristiwa tersebut akan kami buka fakta peristiwanya secara terang benderang,” ungkapnya.
Setelah melakukan pemaparan, diapun langsung melakukan tinjau lokasi peristiwa di Jalan Teratai. Kedatangan Komnas HAM tersebut langsung menyita perhatian masyarakat Sari Rejo. Mulai dari Klinik Adinda, di Jalan Antariksa, No 14 B, hingga ke lokasi penganiayaan di Jalan Teratai.
Pantauan wartawan dilokasi, terlihat Array, salah seorang wartawan korban penganiayaan sedang berbincang-bincang dengan Komnas HAM. Usai melakukan pertanyaan terkait kronologis peristiwa kepada sejumlah warga dan saksi mata, Komnas HAM bergegas pergi untuk melakukan pertemuan dengan Pangdam I/BB.
Salah seorang warga Jalan Teratai mengatakan, sejak kejadian itu, warga di Sari Rejo khusunya warga Jalan Teratai, menjadi trauma. Kejadian itu masih terngiang-ngiang di dalam benak warga sekitar.
“Warga di Sari Rejo khusunya warga Jalan Teratai menjadi trauma, jika teringat kejadian itu, mirip peristiwa kekejaman yang dilakukan oleh kelompok sparatis komunis (PKI) terhadap rakyat Indonesia pada era tahun 1945,” ujar pria keturunan Tamil dan berkulit hitam itu.
Selain itu warga juga berharap, peristiwa itu tidak lagi terjadi dan para pelaku penganiaya warga masyarakat Sari Rejo serta wartawan segera di tangkap dan dipecat dari jabatannya.(TBC)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS