38219 KALI DIBACA

Kapolresta Medan : Tersangka Simpatisan Ajaran Sesat

Kapolresta Medan : Tersangka Simpatisan Ajaran Sesat
Teks foto : Tampak Tim Gabungan dari Mabes Polri sedang melakukan olah TKP.
example banner

 

mediarealitas | MEDAN

Ivan Armadi Hasugian,(18), pelaku ledakan percobaan bom bunuh diri di Gereja Stasi Santo Yosep, di Jalan Dr Mansyur, No 75, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, yang terjadi pada, Minggu (28/8) pagi, ternyata seorang simpatisan penganut ajaran sesat. Dan dia (tersangka-red) terinspirasi dari kejadian-kejadian yang sebelumnya terjadi di luar negeri.

Warga Jalan Setia Budi Gang Sehati No. 29 Medan Selayang ini, ingin membunuh Pastor, Albert S. Pandingan yang ketika itu menyampaikan khotbah di depan mimbar pada saat Missa Pertama.

Tim dari Mabes Polri pun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di dalam Gereja Katolik Stasi Santo Yosep tersebut.
Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, TKP telah di sterilisasi bekas-bekas ledakan bom yang kemarin. “Setelah kita lakukan pembersihan, kemudian kita serahkan kembali kepada pengurus Gereja untuk dapat di aktifkan kembali,” ujar Mardiaz, Senin (29/8).

Mardiaz menjelaskan, untuk motif tersangka sendiri masih didalami. “Yang jelas pelaku benar adalah simpatisan penganut ajaran sesat, dan dia (tersangka) terinspirasi dari kejadian-kejadian yang sebelumnya terjadi di luar negeri, sehingga pelaku ini mendownload dari situs-situs yang terdapat di internet,” terangnya.

Namun begitu sebutnya, kasus ini masih sedang didalami, hingga sampai malamnya pihaknya menyampaikan komentar. Karena tersangka masih dalam menjalani perawatan medis, tersangka mengalami luka dimulut serta wajah,yang saat itu bersimbah darah akibat di massa para jemaat Gereja.”Hari ini rencananya kita akan lakukan kembali pemeriksaan terhadap tersangka,” kata Mardiaz.

Selain itu kata Mardiaz, pihaknya nantinya akan mengumpulkan pemuka agama. Seperti, para tokoh Agama serta para muspika lainnya, guna mengumpulkan bahan dan keterangan di lokasi kejadian.”Nantinya kita akan melakukan penambahan prosedur dalam meningkatkan keamanan di setiap rumah ibadah,” tandasnya.

Ketika disingung mengenai ada dua orang teman tersangka yang dilihat para jemaat lainnya. Dia mengatakan, sampai saat ini hal itu masih didalami.”itu masih kita dalami,” pungkasnya.

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS