60419 KALI DIBACA

Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Arogan, Usir 4 Wartawan

Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Arogan, Usir 4 Wartawan
Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Arogan, Usir 4 Wartawan
example banner

mediarealitas  | PERCUT

 

Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, AKP Hendrik Temaluru menunjukkan sikap arogannya dengan mengusir empat wartawan dari ruang kerjanya, Rabu (24/8). Padahal, keempat wartawan tersebut ingin mengkonfirmasi terkait lambannya penanganan kasus pembongkaran ruko milik Ilham, yang juga wartawan Analisa.

Saat dua wartawan masuk ke ruangannya, disusul Ilham dan wartawan lainnya yang belum sempat duduk, AKP Hendrik Temaluru langsung menyuruh keluar. “Keluar dulu kalian, aku lagi sibuk,” ujar AKP Hendrik Temaluru.

Dengan kesal, keempat wartawan langsung keluar dari ruangan Kanit Reskrim. Anehnya, dua wanita dan tamu lainnya yang bertamu ke ruangan Kanit langsung diterima. “Aku heran, tamu lainnya langsung diterima, sementara saya dan tiga wartawan lainnya langsung diusir,” kesal Ilham.

Ilham warga Jalan Makmur Ujung, Simpang Sidorukun Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan ini kepada wartawan di Polsek Percut Sei Tuan mengatakan, ia datang untuk konfirmasi terkait penanganan kasus pencurian yang menimpa dirinya.

“Saya mau menanyakan kasus pencurian yang kualami, tapi malah disuruh keluar,” tambah Ilham.

Ilham menjadi korban pencurian pada Rabu (10/8), pukul 12.00 wib. Pelaku menguras harta korban dari rumahnya berupa 110 kotak keramik, satu buah steling kaca berisi 20 buah kartu perdana, dua unit mesin ketam gunting rambut dan sebuah tape mini.

Pada Sabtu (13/8), Ilham membuat pengaduan ke Polsek Percut Sei Tuan dengan nomor STTLP/2128/VIII/2016/SPKT Percut.

Beberapa hari kemudian, sebanyak 50 kotak keramik dikembalikan seseorang karena takut tersandung kasus tersebut. Dan oknum tersebut sudah diperiksa penyidik Percut Sei Tuan.

Namun anehnya, hingga saat ini diduga pelaku belum juga diamankan dan masih bebas berkeliaran. “Saya juga mau menanyakan kenapa diduga pelaku masih bebas berkeliaran di daerah kami,” tambah Ilham.

Sementara Ketua PWI Sumut, H Hermansyah saat dikonfirmasi sangat menyayangkan sikap Kanit Reskrim Polsekta Percut Seituan, AKP. Hendrik Temaluru. Menurutnya, wartawan dalam menyajikan berita harus ada konfirmasi dari pihak berwenang.

“Saya menyesalkan sikap Kanit Reskrim Polsekta Percut Seituan. Seharusnya, ia membantu Wartawan dalam menyajikan berita untuk masyarakat,” ujar H Hermansyah.

Menurutnya, dalam bertugas wartawan dilindungi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Sehingga dalam hal ini, perlunya kerjasama antara pihak terkait dalam pemuatan berita. H Hermansyah juga meminta jabatan Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan, AKP. Hendrik Temaluru perlu dievaluasi.

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS