33419 KALI DIBACA

Gawat.. Eks Kadisdik Sumut Hanya Dituntut 3 Tahun Penjara

Gawat.. Eks Kadisdik Sumut Hanya Dituntut 3 Tahun Penjara
Gawat.. Eks Kadisdik Sumut Hanya Dituntut 3 Tahun Penjara
example banner

 

mediarealitas| PN MEDAN

 

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Sumtera Utara (Kadisdik Sumut), Masri, dituntut lebih rendah oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari 2 rekannya, yakni Muhammad Rais selaku mantan Kepala SMKN Binaan dan Riswan selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hendri Silitonga, Fitri Zulfahmi dan Netty Silaen menyatakan, ketiga terdakwa melakukan korupsi secara bersama-sama dalam proyek revitalisasi peralatan praktik dan perlengkapan pendukung teknis permesinan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Binaan Disdik Provsu Tahun Anggaran (TA) 2014 yang merugikan negara Rp4,8 Miliar.

“Menuntut terdakwa Masri selama 3 tahun penjara dan denda sebesar Rp150 juta subsidair 1 tahun kurungan. Sementara terdakwa, M Rais dan Riswan dituntut masing-masing selama 4 tahun dan denda Rp150 juta subsidair 1 tahun kurungan,” ucap Jaksa di Ruang Cakra I Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (29/8) malam.

Jaksa menilai, Ketiga terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. “Ketiga terdakwa terbukti melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” tandas JPU.

Setelah mendengarkan tuntutan, ketiga terdakwa sepakat menyerahkan pembelaan (pledoi) ke penasehat hukumnya masing-masing. Sidang pun ditunda hingga Kamis tanggal 1 September 2016.

Dari proses lelang yang diikuti 9 perusahaan tersebut, diketahui jika panitia dan perusahaan lainnya sengaja memenangkan CV Mahesa Bahari. Padahal, proses lelang itu tidak dilaksanakan sesuai dengan tahapan-tahapan yang seharusnya dilakukan.

“Terdakwa Masri dinilai sengaja menetapkan pemenang lelang,” pungkas Netty.

Atas perbuatan ketiga terdakwa, negara mengalami kerugian Rp 4.838.270.535. Dalam kasus ini, penyidik juga telah menetapkan Direktur CV Mahesa Bahari, Imam Baharyanto sebagai tersangka.

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS