41419 KALI DIBACA

Diminta Tebusan Rp 30 Juta Keluarga Tersangka Narkoba Dipanggil Propam

Diminta Tebusan Rp 30 Juta  Keluarga Tersangka Narkoba Dipanggil Propam
Diminta Tebusan Rp 30 Juta Keluarga Tersangka Narkoba Dipanggil Propam
example banner

mediarealitas | POLRESTA

Suheri Can dan Dwi Yana Sari, keluarga besar dari tersangka sabu, Dedi Syahputra,(25), warga Jalan Garu 1, Harjo Sari I, Medan amplas, mendatangi Propam Polresta Medan. Pasalnya, mereka memenuhi panggilan Propam Polresta Medan guna dimintai keterangannya sebagai saksi atas tindakan pelaku oknum penyidik Polsek Helvetia, Bripka Leonardo Nainggolan yang dianggap mencoreng nama baik kepolisian, Selasa, (23/8), sore.

“Kami punya bukti rekaman percakapan antara sepupu kami (Dwi) dengan penyidik Polsek Helvetia, Bripka Leonardo Nainggolan. Juper itu menghubungi Dwi melalui Hp, Rabu (3/8) lalu. Dalam rekaman pembicaraan yang beredar di medsos itu, terdengar Bripka Leo menanyakan prihal uang tebusan Rp 30 Juta untuk membebaskan keluarga kami, Dedi Syahputra tahun dari Jeratan kasus narkoba” ujar Suheri saat ditemui di Mapolresta Medan, Selasa,(23/8), sore.

Selain itu, Suheri menambahkan, mereka diperiksa penyidik selama 4 jam dengan 10 pertanyaan seputar kronologis beredarnya rekaman tersebut.

“Ada 10 pertanyaan yang kami jawab dihadapan penyidik propam bernama Aiptu Zulkarnain. Pada intinya jawaban kami sama, bahwa kami melakukan tindakan perekaman tersebut untuk membongkar perbuatan oknum aparat nakal di Polsek Helvetia, yang diduga sering melakukan 86,” jelasnya.
Suheri menceritakan, adiknya ditangkap petugas Polsek Helvetia karena tertangkap tangan membawa Narkoba jenis sabu paket kecil seharga Rp 50 ribu saat melintas di Jalan Garu II, Medan Amplas, Sabtu, (30/7) malam.

“Kemarin adik kami ditangkap anggota unit Narkoba Polsek Helvetia Medan. Kami yang mendapat informasi penangkapan tersebut lantas mencoba memastikan informasi yang kami terima, dengan mendatangi polsek Helvetia, Senin (1/8) lalu. Kami masuk lalu disuruh mematikan Hp. Dan ternyata benar kecurigaan kami bahwa juper meminta uang Rp 30 juta untuk dapat membebaskan dedi,” jelasnya.
Ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya Kapolsek Helvetia, Kompol Hendra Priyanto menyebutkan, pihaknya telah menghukum penyidik tersebut.

“Yang bersangkutan telah kita pindahkan dari penyidik ke bagian penjagaan Polsek Helvetia. Bripka Leo pun telah diperiksa Propam Polresta Medan,” jelasnya mengakhiri.(TBC)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS