46719 KALI DIBACA

Gara-Gara Nyabu 2 Wanita Harus Duduk Di Kursi Pesakitan

Gara-Gara  Nyabu  2 Wanita Harus Duduk Di Kursi Pesakitan
Gara-Gara Nyabu 2 Wanita Harus Duduk Di Kursi Pesakitan
example banner

TEBING TINGGI |  TEGAS BERITA:

     Nilam Ardhani Saragih (40) warga Lingkungan V tanah Lapang Kelurahan Pekan Dolok Kecamatan Dolok Masihul  Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang kusuk bersama seorang temannnya harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tebing Tinggi, Rabu siang (24/08).

     Kedua bisa duduk dikursi pesakitan pengadilan negeri Tebing Tinggi, lantaran kesandung kasus narkotika jenis sabu-sabu. Adapun teman Nilam yang ikut bersamanya adalah terdakwa Dewi Purnama Sari Rangkuti (24) warga Lingkungan VI Kampung Sidorejo Kelurahan Pekan Dolok Masihul Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Sergai.

     Dalam sidang perkara narkotika jenis sabu-sabu yang digelar secara terbuka untuk umum dalam agenda pemeriksaan saksi tersebut dipimpin Majelis Hakim Eryusman SH selaku Hakim ketua didampingi masing-masing hakim anggota diantaranya Nelly Rahkmasuri Lubis SH.MH, Evalina Barbara Meliala SH.Mkn dan Panitera pengganti (PP) Santoso SH.

     Seperti yang tertuang dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Juita Citra Wiratama SH menyebutkan kalau kejadian penangkapan kedua terdakwa bermula pada Hari Kamis tanggal 14 April 2016 yang lalu sekira pukul 05:00 Wib.

Dimana saat itu saksi Anwar, Suryono dan TE.Sembiring, ketiganya anggota Mapolsek Dolok Masihul menerima informasi dari warga yang menyebutkan kalau dirumah terdakwa Nilam Ardhani Saragih sering dijadikan lokasi transaksi narkotika jenis sabu-sabu dan juga sebagai lokasi mengisap sabu-sabu.

Atas informasi tersebut, ketiga anggota Mapolsek inipun langsung melakukan penyelidikan hingga pukul 06:00 wib para saksipun masuk kedalam rumah terdakwa Nilam dan langsung mengamankan terdakwa dan Dewi Purnama sari Rangkuti serta seorang pria bernama Gilang Ramadhani alias Madan alias Kayu  warga yang sama (dalam berkas terpisah).

     Yang saat itu ketiga terdakwa sedang akan mengisap sabu-sabu didalam kamar belakang rumah terdakwa Nilam Ardhani Saragih.

     Selanjutnya para saksipun melakukan penggeledahan dan menemukan barang-barang dari terdakwa Gilang berupa 8 bungkus plastik kecil klip berwarna putih transparan yang berisi kristal putih diduga sabu-sabu, 1 buah kotak kecil berwarna hitam, 1 buah plastik kecil klip transparan, 1 buah mancing merah terpasang jarum suntik, 1 buah HP merk Nokia berwarna hitam, semuanya diamankan dari dalam kamar belakang rumah terdakwa Nilam.

     Serta uang tunai sebesar 45 ribu yang diamankan dari kantong sebelah kiri celana bagian depan dan satu unit sepeda motor Honda Supra X BK 5950 NB warna hitam yang diamankan dari belakang kamar belakang rumah terdakwa Nilam.

     Sedangkan barang-barang yang diamankan dari terdakwa Nilam Ardhani Saragih berupa 1 buah kotak rokok Sampoerna berisi 12 helai plastik klip transparan kosong, 1 buah alat isap sabu-sabu atau bong yang terbuat dari botol kecil dirakit menggunakan pipet, 1 buah kaca pirex, 4 buah pipet, 1 buah mancis biru, yang semua barang-barang tersebut diamankan dari dalam kamar belakang rumah terdakwa Nilam.

     Sedangkan barang bukti brupa plastik kecil klip transparan berisi sabu-sabu sebear 1,52 gram, berat Netto 0,56 gram milik terdakwa Gilang Ramadhan alias Madan alias kayu dan barang bukti lainnya serta para terdakwa selanjutnya dibawa Mapolres Sergai.

     Dalam interogasinya, para terdakwa menerangkan kalau 8 bungkus plastik klip transparan sabu-sabu yang ditemukan didalam saku celana depan bagian kiri terdakwa Gilang Ramadhan adalah benar miliknya.

     Sebelum ketiga terdakwa tertangkap, pada hari yang sama sekira pukul 05:30 Wib, terdakwa Gilang menghubungi terdakwa Nilam, dalam pembicaraan lewat ponselnya Gilang berkata, “ Buk Nisa Kusuk,” lalu dijawan Nilan, “ Bisa datang aja kerumah”.

     Lalu terdakwa Gilangpun datang kemrumah Nilam, oleh terdakwa Nilam menyuruh terdakwa Gilang untuk langsung masuk kedalam kamar belakang rumahnya, yang menjadi kamar sepecial kusuk.

     Saat terdakwa Nilam sedang mengusuk terdakwa Gilang, tiba-tiba terdakwa Dewi Puspita Sari terbangun dari tidurnya dan melintasi kamar belakang yang saat itu terlihat oleh terdakwa Gilang.

     Lalu terdakwa Nilampun berkata kepada Gilang, “ Kau mau makai (mengisap sabu-sabu),” lalu dijawab oleh Gilang, “ Ya udah kalau mau makai ini sabunya, mana kak Dewi tadi kak, panggilah kesni ngapaian dia disitu.”

     Lalu terdakwa Dewi datang masuk kedalam kamar tersebut, disaat itu juga terdakwa Nilan mengambil peralatan pengisab sabu-sabu atau bong. Sedangkan Gilang langsung mengeluarkan 8 bungkus plastik klip transaparn yang bersi sabu-sabu.

     Pada saat hendak mengisap sabu-sabu tiba-tiba 3 orang anggota Mapolsek Dolok Masibuk masuk kedalam rumah terdakwa Nilam dan langsung mengamankan ketiagnya berikut barang bukti.

     Akan perbuatannya tersebut para terdakwa diganjar melanggar pasal 114 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009, atau pasal 112 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 atau pasal 127 ayat (1) hurf a Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 2009.(Agus)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS