79419 KALI DIBACA

Lelang Jabatan Pemko Medan “Akal-Akalan” ?

Lelang Jabatan Pemko Medan “Akal-Akalan” ?
Ketua Komisi A DPRD Medan, Roby Barus
example banner

mediarealitas I Medan

DPRD Medan merasa pesimis dan menuding lelang jabatan eselon dua yang akan dilaksanakan Pemko Medan merupakan ‘akal-akalan’ semata.
Apalagi, rencana lelang jabatan seperti yang diutarakan Sekda Kota Medan Syaiful Bahri Lubis sesuai ketentuan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN), tidak melibatkan DPRD Medan dalam panitia lelang.
Demikian Ketua Komisi A DPRD Medan Roby Barus kepada wartawan, Jumat (22/7).

Menurutnya, dalam peraturan DPRD Medan dan Pemko Medan sama-sama pejabat negara, di mana dewan sesuai fungsinya merupakan pengawas, pembuat peraturan dan pembuat anggaran.

“Jadi sesuai fungsinya sebagai pengawas, sudah seharusnya kalau DPRD Medan dalam hal ini Komisi A yang membidangi pemerintahan juga dilibatkan dalam lelang jabatan eselon II di jajaran Pemko Medan ini. Dengan dilibatkannya DPRD Medan dalam lelang jabatan ini ke depannya diharapkan akan terpilih pejabat Pemko yang ahli di bidangnya, transparan dan akuntabel,” tegas Robi yang juga anggota Fraksi PDIP sembari mengutarakan ke depannya kita berharap pejabat yang bakal terpilih menjadi pimpinan Satuan kerja Perangkat Daerah (SKPD) benar-benar ahli dan sesuai bidangnya.

Kuasai

Jadi pejabat itu benar-benar menguasai kedinasan yang dipimpinnya.
“Kita tidak ingin terpilih pejabat yang suka menjilat dan taunya hanya bermain proyek saja, sehingga tidak ada yang diperbuatnya untuk kemajuan Kota Medan,” tandasnya seraya mengutarakan jangan pilih pejabat yang bermental proyek.

Karenanya, ungkap Ketua Komisi A ini diharapkan lelang jabatan benar-benar diterapkan tanpa ada intervensi dari berbagai pihak manapun. Jadi murni dalam penentuannya sesuai dengan skill dan kemampuannya dalam manajemen.

“Jika dewan tidak dilibatkan, kami anggap ini ada permainan ada apa kenapa dewan tidak bisa dilibatkan dalam tim seleksi ini. Kami anggap lelang jabatan ini hanya main-main semata sebab tetap yang menentukan sepenuhnya Walikota Medan. Kalau memang demikian, dari awal untuk apa ada lelang jabatan langsung saja tunjuk pejabatnya agar tidak terjadi pemborosan anggaran,” tegasnya.

Lebih lanjut ia juga mengharapkan lelang jabatan ini dilaksanakan secara transparan dan terbuka.“Jangan sampai tim seleksi diintervensi pihak manapun,” tukasnya.( syah/tbc)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS