66319 KALI DIBACA

Herri Zulkarnain : Tak Benar Ramadhan Pohan Ditangkap

Herri Zulkarnain : Tak Benar Ramadhan Pohan Ditangkap
Sekjen Divisi Pro Rakyat DPP Partai Demokrat, Herri Zulkarnain Hutajulu
example banner

mediarealitas I Medan

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan Herri Zulkarnain Hutajulu mengaku belum mendengar mendengar kabar bahwa Politisi Partai Demokrat yang juga menjabat Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Ramadhan Pohan dijadikan tersangka terkait kasus dugaan penipuan.

“Belum saya belum mendengar kabar kalau pak Ramadhan Pohan ditangkap pihak Polda Sumut, “katanya kepada mediarealitas.com ketika dihubungi, Rabu (20/7).

Sekjen Divisi Program Pro Rakyat DPP Partai Demokrat itu juga membantah dan tidak mempercayai kalau mantan calon Walikota Medan tahun 2015 lalu itu ditangkap dan dijemput paksa oleh Polda Sumut pada Selasa (19/7) kemarin. “Enggak benar itu, enggak benar dia (Rampo-red) ditangkap, “tandasnya.

Sebagai sesama kader Partai Demokrat, lanjutnya, ia mengaku prihatin dengan masalah yang menimpa Ramadhan. “Rasanya saya tak percaya kalau pak Ramadhan melakukan kasus penipuan seperti yang diberitakan di sejumlah media Kami mendoakan semoga persoalannya cepat selesai dan mendapatkan solusi terbaik,” ujar pria yang menjabat anggota DPRD Medan dua periode ini.

Diberitakan sebelumnya Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan menjadi tersangka dalam perkara kasus dugaan penipuan uang sebesar Rp 24 miliar, yang dipinjamnya dari para simpatisan, saat mencalonkan diri jadi wali kota Medan, tahun lalu.

Kabid Humas Polda Sumut Komisaris Besar Rina Sari Ginting ketika dikonfirmasi membenarkan kabar mantan anggota DPR itu ditangkap. “Ya, benar, Ramadhan Pohan dijemput paksa dari Jakarta karena tidak memenuhi panggilan Polda Sumut,” kata Rina Sari Ginting.

Namun Pohan membantah dirinya dijemput paksa petugas Ditreskrimum Polda Sumatera Utara.

“Tidak benar itu saya dijemput paksa. Memang ada panggilan karena ada laporannya. Karena itu, harus saya respons. Pagi ini, saya akan merespons panggilan itu, tetapi saya tidak dijemput paksa,” ujar Ramadhan.

Ramadhan juga membantah tuduhan dirinya terlibat penipuan uang sebesar Rp 24 miliar. Menurut Pohan, semasa mencalonkan diri sebagai wali kota Medan, dia tak pernah berutang apa pun kepada pihak lain.

“Waktu itu saya memang banyak dibantu orang dan tidak ada bantuan yang disertai bon utang sama sekali. Makanya, saya juga heran ini kenapa tiba-tiba saya disuruh melunasi utang dan dianggap menipu karena tak melunasi utang,” tandasnya. (romi/tbc)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS