42719 KALI DIBACA

Wali Kota Medan Terima Kunjungan Kerja DPRD Kabupaten Madina

Wali Kota Medan Terima Kunjungan Kerja DPRD Kabupaten Madina
Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kota Medan Ristanto SH SPN saat menerima kunjungan kerja rombongan DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di Kantor Wali Kota Medan, Kamis (9/6). Kunjungan kerja tersebut dalam rangka membahas perpustakaan di daerah masing-masing. Rombongan DPRD Kabupaten Madina dipimpin Hj Leli Artaty S Ag selaku Ketua DPRD Kabupaten Madina, terdiri dari DPRD Komisi I dan Komisi IV.
example banner

mediarealitas | Medan

Agar minat pengunjung perpustakaan semakin meningkat, perpustakaan harus memiliki bahan bacaan yang menarik serta peranan dari orang tua merupakan hal yang penting dalam memberikan contoh, karena jika orang tua suka membaca maka anaknyapun akan suka membaca.

                Hal ini disampaikan Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kota Medan Ristanto SH SPN saat menerima kunjungan kerja rombongan DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di Kantor Wali Kota Medan, Kamis (9/6). Kunjungan kerja tersebut dalam rangka membahas perpustakaan di daerah masing-masing. Rombongan DPRD Kabupaten Madina dipimpin Hj Leli Artaty S Ag selaku Ketua DPRD Kabupaten Madina, terdiri dari DPRD Komisi I dan Komisi IV.

                Ristanto menjelaskan, Kota Medan adalah Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara, memiliki luas 26.510 hektar, yang terdiri dari 21 kecamatan dengan 151 kelurahan dan 2001 kepala lingkungan. Penduduk tetap Kota Medan lebih kurang 2,4 juta jiwa dengan arus komuter lebih kurang 500 ribu, yang terdiri dari berbagai suku, etnis dan agama.

                “Namun syukur Alhamdulillah semuanya dapat hidup berdampingan dengan rukun dan damai, sehingga Kota Medan selama ini relatif dalam suasana kondusif” ungkapnya.

                Lebih lanjut Ristanto menjelaskan, Kota Medan, sebagai salah satu pusat perekonomian regional terpenting di Pulau Sumatera dan salah satu dari tiga kota metropolitan baru di Indonesia, memiliki kedudukan, fungsi dan peranan strategis sebagai pintu gerbang utama bagi kegiatan jasa perdagangan dan keuangan secara regional/internasional di kawasan barat Indonesia. Karenanya pembangunan Kota Medan diarahkan menjadi kota jasa, industri, perdagangan dan juga kota pendidikan.

                Sementara itu, Leli Artaty selaku Ketua rombongan berharap, dengan dilaksanakannya kunjungan kerja tersebut DPRD Kabupaten Madina dengan Pemko Medan dapat saling berbagi ilmu pengetahuan, agar dapat diterapkan dan memberikan kontribusi positif didaerah masing-masing.

                Secara garis besar Leli Artaty menjelaskan, Kabupaten Madina merupakan kabupaten yang terletak paling selatan di Provinsi Sumatera Utara dan kabupaten terluas di Sumatera Utara, yang terdiri dari 23 kecamatan. Sumber kekayaan Kabupaten Madina berasal dari gas, pertambangan dan perkebunan. Setelah pemekaran dengan Tapanuli Selatan, Kabupaten Madina saat ini lebih kurang berumur 17 tahun. Pada tahun 2015 APBD Kabupaten Madina sebesar 1,5 triliun. Dan saat ini Kabupaten Madina sering memiliki permasalahan di bidang perkebunan dan pertambangan.

                Selain itu, Mutia Syaputri mewakili Kepala Perpustakaan Kota Medan menjelaskan, minat baca masyarakat di Kota Medan masih rendah, terutama di Indonesia, peringkat 61 dari 65 negara. Pengunjung perpustakaan di Kota Medan pada tahun 2015 sebanyak 101.000 orang. Koleksi yang dimiliki Perpustakaan Kota Medan dari bantuan sebanyak 43.737 exemplar, terdiri dari berbagai macam subjek umum sampai dengan cerita, biografi, sosial dan lainnya.

                Dalam meningkatkan minat baca agar Perpustakaan Kota Medan tidak terpaku kepada pelajar sebagai pengunjung, Mutia Syaputri mengatakan, kantor perpustakaan memberikan kegiatan dan penambahan jam operasional perpustakaan. Buka dari hari Senin sampai dengan Jumat dari jam 08.00 sampai dengan 19.00 sedangkan hari Sabtu dan Minggu buka mulai jam 09.00 sampai dengan 17.00.

                “hal tersebut dilakukan agar pegawai, karyawan dan masyarakat umum yang memiliki pekerjaan sampai dengan sore hari masih bisa ke perpustakaan” ujarnya.

Selanjutnya Mutia Syaputri mengatakan, Perpustakaan Kota Medan memiliki 8 cabang di kelurahan, antara lain di Amplas, Tanjung Rejo, Tanjung Mulia, Pekan Labuhan, Gaharu, Tembung, Belawan dan Marelan. Difasilitasi dengan buku yang sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing dan internet. Sarana prasarana juga disediakan dengan sistem informasi perpustakaan, sehingga 8 cabang perpustakaan tersebut terintegrasi dengan Perpustakaan Kota Medan, dan perpustakaan Kota Medan sebagai pusat mengetahui bagaimana pengunjung dan pelayanan yang diberikan cabang-cabang tersebut.

“Perpustakaan Kota Medan memilih Kelurahan karena kelurahan merupakan ujung tombak yang paling dekat dengan masyarakat. Perpustakaan tersebut juga difasilitasi dengan internet, karena mau tidak mau jaman sekarang internet diperlukan, tetapi dalam hal ini internet dibatasi akses hanya untuk mencari sumber informasi saja” ungkapnya.

Selain itu Perpustakaan Kota Medan juga mengadakan penilaian bagi pengunjung, sehingga pengunjung menjadi aktif dan rajin ke perpustakaan. Pengunjung dinilai kemudian diberikan tes setiap bulannya. Perpustakaan Kota Medan juga menampung kegiatan penerbitan hasil karya bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bakatnya dan menyediakan e-book yang bisa diakses melalui web perpustakaankotamedan.go.id.

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS