43719 KALI DIBACA

Puasa-Puasa Buka, 14 Terapis Muda Diamankan

Puasa-Puasa Buka, 14 Terapis Muda Diamankan
Tim Terpadu Penertiban Tempat Usaha Hiburan dan Rekreasi Pemko Medan melakukan pengawasan, Sabtu (25/6) sampai Minggu (26/6) dinihari. Tercatat, 3 tempat oukup sekaligus menyediakan pijat refleksi kedapatan beroperasi sejak siang sampai dinihari. 14 orang terapis muda, malah salah seorang diantaranya mengaku baru tamat sekolah dari salah satu SMK swasta di Kota Medan.

mediarealitas | Medan

Sudah dilarang untuk tidak buka selama bulan Ramadan. Namun,  masih ada juga pengusaha oukup/sauna yang membandel dan tetap beroperasi tanpa mengindahkan sedikit pun Surat Edaran Wali Kota Medan terkait penutupan sementara selama bulan puasa.Akhirnya 14 tenaga terapis masih berusia muda digelandang Sat Pol PP.

Terbukti ketika Tim Terpadu Penertiban Tempat Usaha Hiburan dan Rekreasi Pemko Medan melakukan pengawasan, Sabtu (25/6) sampai Minggu (26/6) dinihari. Tercatat, 3 tempat oukup sekaligus menyediakan pijat refleksi kedapatan beroperasi sejak siang sampai dinihari.

                Adapun ketiga tempat oukup yang beroperasi itu masing-masing DAS Refleksi dan Massage di Jalan Ngumban Surbakti, Oukup Karunia  dan  Penawar Oukup di Jalan Setia Budi. Dari ketiga lokasi itu, tim mengamankan 14 orang terapis muda, malah salah seorang diantaranya mengaku baru tamat sekolah dari salah satu SMK swasta di Kota Medan. Selain  14 orang terapis, tim juga membawa seorang pria yang ditengarai sebagai pelanggan salah satu tempat oukup tersebut.

                Plt Kadis Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan, Drs Hasan Basri MM memimpin langsung pengawasan tersebut. Usaia memberikan arahan di halaman Kantor Disbudpar, tim yang terdiri dari unsur  Denpom I/5, Polresta Medan, Kodim 0201/BS, Satpol PP dan instansi terkait langsung bergerak menuju Kompek Mega Mas.

                Tak satu pun tempat usaha hiburan baik karaoke maupun sauna dan pijat refelksi yang buka di tempat tersebut. Selanjutnya tim bergerak menuju Jalan Denai, kembali tim tak menemukan tempat usaha hiburan yang beroperasi. Begitu juga ketika mengecek X3 di Yanglim Plaza, bar karaoke dan club malam itu juga tutup.

                Selagi melakukan pengawasan, tim mendapat informasi ada sebuah kafe  di Jalan Perjuangan, Kelurahan Karang Sari, Kecamatan Medan Polonia. Setelah ditelusuri, informasi tersebut positif. Tim menemukan Kafe KS-2 beroperasi, sejumlah pria ditemukan tengah asyik menenggak  tuak  dan tambul disertai alunan musik.

                Setelah diperiksa, pemilik kafe tidak bisa menunjukkan izin uaha. Hasan langsung memerintahkan anggotanya mem-BAP Kafe KS-2 dan menutupnya. Seluruh pengunjung diminta segera meninggalkan kafe tersebut, termasuk sejumlah wanita yang mengaku sebagai warga setempat yang duduk-duduk di kafe tersebut.

                Kemudian tim melanjutkan pengawasan di Jalan Ngumban Surbakti,  ditemukan DAS Refleksi, Massage, Mandi Susu dan Lulur masih beroperasi meski jarum jam telah menunjukkan pukul 01.00 WIB. Selain itu tim juga menemukan 4 orang terapis muda dalam kamar tengah menunggu pelanggan datang, termasuk seorang pria yang diduga hendak menggunakan jasa salah seorang terapis.

                Seorang pria yangmengaku sebagai kasir tak bis aberkelit, ia mengaku DAS Refleksi buka selama bulan Ramadan. Untuk mengantisipasi kemungkinan tim datang melakukan penertiba, pemilik telah memasang CCTV di lantai 3. Begitu tim datang, seluruh terapis akan disembunyikan seolah-olah tempat tesebut tidak beroperasi.

                Namun kali ini mereka kalah cepat dengan tim terpadu, sebab tak menduga tim datang menjelang dinihari. Selain mem-BAP dan memerintahkan DAS Refleksi ditutup, Hasan pun memerintahkan agar keempat tenaga terapis dibawa untuk didata sekaligus membuat surat pernyataan agar tidak bekejra lagi selama bulan Ramadan, termasuk pria yang diduga sebagai pelanggan tersebut.

                Tak jauh dari DAS Refleksi, tim terpadu juga mendapati Oukup karunia di Jalan Setia Budi beroperasi meski angka jam telah menujukkan pukul 01.30 WIB. Dari tempat itu diamankan 5 orang tenaga terapis muda yang tengah menunggu tamu.Penanggung jawab Oukup Karunia pun tak berkutik, dia pun pasrah ketika tim membuat BAP dan tutup tempat usahanya , termasuk membawa kelima perempuan muda sebagai tenaga pemijat di tempat tersebut.

                Terakhir, tim mendapati Penawar Oukup yang juga berlokasi di Jalan Setia Budi beroperasi. Dari lokasi diamankan 5 tenaga terapis muda,m salahs eorang diantaranya mengaku baru saja tamat sekolah di salah satu SMK Swasta di Kota Medan. Wanita muda itu mengaku tinggal di kawasan Pasar Merah, pekerjaan itu dilakoninya untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus membantu orang tua. Kelima tenga terapis itu pun dibawa, sedangkan Kafe usai di-BAP, kemudian diperintahkan tutup hingga Ramadan berakhir.

                Selanjutnya tim terpadu melakukan pengawasan di sepanjang Jalan Jamin Ginting namun hasilnya nihil. Sekitar pukul 02.30 WIB, tim terpadu pun kembali. Sebanyak 14 tenaga terapis dan seorang pria yang diamankan itu selanjutnya didata di Kantor Disbudpar Kota Medan.  Dari 14 tenaga terapis, hanya dua yang memiliki KTP. Bagi yang tidak memiliki KTP, mereka diminta menghubungi pengusaha oukup sebagai jaminan. Usai dilakukan pendataan dan membuat surat perjanjian agar tidak bekerja selama bulan Ramadan, mereka pun kemudian diizinkan pulang.

                Plt Kadisbudpar Kota Medan, Hasan Basri mengaku sangat miris karena masih ada juga pengusaha tempat usaha hiburan yang measih beroperasi di bulan Ramadan meski Wali  Kota Medan sudah menyampaikan surat edaran tentang larangan beroperasi. Di samping itu ketiga oukup dan pijat refleksi yang buka tersebut, termasuk Kafe Ks-2  tidak memiliki izin usaha dari Disbudpar Kota Medan.

                “Izin usaha mereka tidak ada, berarti ketiga oukup dan pijat refleksi, termasuk Kafe KS-2 tidak memiliki izin. Berarti tempat usaha tersebut liar dan kita akan merekomendasikan kepada camat sebagai penanggungjawab wilayah untuk menutupnya. Kita tidak mau tempat-tempat seperti ini tumbuh di Kota Medan!” tegas Hasan.

                Mengenai wanita muda yang berprofesi sebagai tenaga terapis, Hasan menegaskan, udsai dilakukan pendataan dan membuat surat pernyataan, mereka dipersilahkan kembali ke kediamannya masing-masing. “Apabila kedapatan kembali tetap bekerja selama bulan Ramadan ini, kita akan kirim mereka ke Panti Pariwisata di Brastagiuntuk direhabilitasi,” jelasnya.(rel)

Subscribe

MEDIA REALITAS