66319 KALI DIBACA

Pengadaan Tanah Sarana Olah Raga di Kecamatan Darul Hasanah Diduga Bermasalah

Pengadaan Tanah Sarana Olah Raga di Kecamatan Darul Hasanah Diduga Bermasalah
Ket Gambar Tanah yang akan di jadikan lapangan Sepak Bola di Desa Tanjung Kecamatan Darul Hasanah diduga bermasalah
example banner

Tegas Berita | Kutacane.

Pengadaan tanah seluas satu (1) Hakter lebih untuk sarana olah raga bagi masyarakat Kecamatan Darul Hasanah Kabupaten Aceh Tenggara dengan menelan anggaran dari APBK Aceh Tenggara tahun anggaran 2015 sebesar Rp.600 juta  diduga bermasalah. Pasalnya, keterangan Sekda Kabupaten Aceh Tenggara Drs. Gani Suu’d dengan Penagung Jawab Pembuat Komitmen(PPK) Kelana, ST berbeda.

Berdasarkan keterangan Sekda melalui Pegiat Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM) Generasi Muda Tanah Alas (Gemta) Noris Ellyfian, S.Pd. yang disampaikannya Kepada Wartawan Senin (30/5). Di Salah Satu Kantin Kantor Bupati menerangkan, Terkait dengan Pengadaan Tanah Sarana Olah Raga. Berdasarkan hasil konfirmasi saya dengan Sekda Kabupaten Aceh Tenggara Drs. Gani Suu’d, Senin (30/5) Diruang kerjanya mengatakan “Untuk Pengadaan Tanah Sarana Olah Raga yang berada di Desa Tanjung hanya Pada Tahun Anggaran 2015.

Sementara itu berdasarkan keterangan Penagung Jawab Pembuat Komitmen(PPK) Kelana, ST. Didampingi Kepala Bagian Umum Sekda Kabupaten Aceh Tenggara, Sukri, SH. kepada sejumlah wartawan di ruangan Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekda Kabupaten Aceh Tenggara mengatakan, Untuk Pengadaan Tanah Sarana Olah Raga kita laksanakan selama Dua Tahun Anggaran Pada Tahun 2014 Kita anggarkan sebesar 400 Juta. Namun hanya terealisasi sebesar 200. Juta lebih. Pada Tahun 2015. Kita kembali mengangarkan dana sebesar 600 Juta terealisasi sebesar Rp. 400 Juta. Dalam hal pengadaan Tanah kita selalu melibatkan pihak indipenden yaitu pihak kejaksaan. Tergabung Dalam Tim 9. Jelas Kelana.

Ditempat terpisah, menurut salah satu sumber yang layak dipercaya kepada Awak Media yang tidak ingin namanya disebutkan. mengatakan pembelian Tanah Sarana Olah Raga seluas satu Hektar lebih jumlah anggaran sebesar Rp 1 Milyar itu dinilai tidak realistis dan telah kita duga adanya Kong kalikung dalam hal pengadaan Tanah tersebut. Bertujuan Meraup keuntungan oknum dan golongan. Dengan cara merugikan keuangan Negara dan Daerah. Jelas Nara Sumber.

Kata nara sumber lebih lanjut Sesuai dengan qanun Bupati Aceh Tenggara Nomor 9 tahun 2015. Tentang,perubahan anggaran pendapatan dan Belanja Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2015. Untuk Pengadaan Tanah Sarana dan Olah Raga tertera Anggaran sebesar Rp 1 Milyar.

“Patut kita menduga dalam hal pengadaan Tanah Sarana Olah Raga telah terjadi adanya Mark Up. Yang dapat merugikan keuangan Negara dan Daerah Untuk itu kami masyarakat Aceh Tenggara meminta Kepada Penegak Hukum agar melakukan Penyelidikan kegiatan tersebut”. jelasnya

Sementara itu saat dikonfirmasi Penagung Jawab Pembuat Komitmen(PPK) Kelana, ST. Didampingi Kepala Bagian Umum Sekda Kabupaten Aceh Tenggara, Sukri, SH. menjelaskan, Dalam hal menentukan harga tanah berdasarkan Konsultan harga NJOP Permeternya 50 – 60 Ribu. Permeterya. Proses pembayaran juga dilakukan melalui rekening Pemerintah Daerah di transper kepada rekening Pemilik Tanah. Jadi tidak ada permasalahan dalam hal pengadaan Tanah Sarana Olah Raga. Tegas Kelana.

Kabag Umum Sukri, SH. Menambahkan keteranganya, Dalam hal Pengadaan Tanah kita jalankan sesuai dengan aturan dan prosuder, apalagi Lokasi Pengadaan Tanah berada di Desa Tanjung tempat kelahiran istri saya. Tentunya masih banyak hubungan kekeluargaan dengan masyarakat Desa tersebut. Jadi saya tidak berani melaksanakan kegiatan diluar aturan main.

Sukri menambahkan lebih lanjut. Saya sangat senang dengan cara kerja teman Pers seperti ini langsung bertatap muka dan melakukan konfirmasi dengan sopan. Sebagai kemasukan untuk teman- teman Pers data yang ada pada Bappeda tidak bisa menjadian acuan. Pasalnya Perencanaan para SKPK mengangarkan dana yang cukup tinggi.

Data Pada Badan Perencanaan Pembagunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Aceh Tenggara jarang sekali ada kecocokan dengan DPA. Setelah adanya Sidang Anggaran maka dana pada perencanaan tersebut akan terjadi pengurangan sesuai dengan Anggaran yang ada Pada APBK. Data Yang akurat yaitu data Perubahan APBK. Jadi di sana Nampak semua. Jelas Kabag Umum Sukri, SH Sambari Tersenyum Penuh keakraban.

Salah satu warga Desa Tanjung yang berada di Lokasi Tanah Sarana Olah Raga Beberapa hari yang lalu, kepada awak Media mengatakan Inilah lokasi Tanah yang nantinya dijadikan tempat Sarana Olah Raga. Tanah ini sebagai Tukar guling dengan Tanah Lahan pembagunan Mega los yang berada ditengah kemungkiman masyarakat.

Kata Warga lebih lanjut menerangkan lebih lanjut, Harga Tanah di daerah ini lumayan mahal bila sudah ada tanaman yang menghasilkan harganya mencapai 200-400 Juta perhektarnya. Tanah yang di jadikan sebagai tempat sarana olah raga ini sudah dibayar oleh Pemerintah Daerah kepada pemilik Tanah. Namun berapa harga tanah tersebut saya tidak tahu pasti. Jelas warga.

Tanah yang dibeli Pemda Kabupaten Aceh Tenggara dari salah satu Warga Desa Tanjung diperuntukan sebagai ganti tanah atau Tukar guling lahan pembagunan Mega Los yang berada di Desa Tanjung. Lahan Pembagunan Mega los tersebut aset Masyarakat Kecamatan Darul Hasanah. Sebelum dibangun Mega los Lahan tersebut dimampaatkan warga untuk berolah raga sepak bola. Ungkap Warga.

Berdasarkan data yang ada Awak Media. Mega los dibangun Pemda pada Tahun 2014 sebanyak 25 kios yang dikerjakan oleh pihak Rekanan Pelaksana Cv. Mamas Perdana. Pada Satker Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pertambangan. Nomor Kontrak 451.12./112/SKPK/BM – AGR/2014. (Dinni)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS