46419 KALI DIBACA

Pembunuh Dosen UMSU Jalani Rekonstruksi Ulang

Pembunuh Dosen UMSU Jalani Rekonstruksi Ulang

Medan I mediarealitas
RS (21), mahasiswa FKIP UMSU yang membunuh dosennya Nurain Lubis (63) menjalani rekonsruksi. Total, ada 41 adegan diperagakan oleh mahasiswa yang sudah dikeluarkan oleh pihak kampus itu.

Rekonstruksi tersebut berlangsung di Gedung Satreskrim Polresta Medan, Senin (30/5/2016). Ada 4 jaksa dari Kejari Medan yang hadir dalam rekonstruksi.

“Rekonstruksi ini bertujuan‎ untuk membuat rangkaian kegiatan yang dilakukan tersangka pada saat melakukan pembunuhan,” kata Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Fahrizal didampingi Kanit Pidum Polresta Medan AKP Bayu Putra Samara.

Dalam menjalankan rekonstruksi, diketahui RS mulanya berangkat dari rumah. Saat itu, dia telah mempersiapkan pisau dan martil yang disimpannya di sepeda motor lalu menuju ke kampus UMSU.

S‎etibanya di kampus, RS diketahui sempat mengikuti perkuliahan. Selesai mengikuti perkuliahan, RS keluar dan melihat korban seterusnya melakukan pembunuhan.

“‎Jadi, pada saat rekonstruksi ini tergambar bahwa tersangka membawa pisau mulai dari rumah. Tersangka dijerat dengan Pasal 340 Subsider Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman mati,” ujar fahrizal.

‎Sementara itu, ‎Jaksa dari Kejari Medan, Aisyah mengatakan, dari hasil rekonstruksi ini terungkap ada unsur perencanaan oleh tersangka dalam pembunuhan yang dilakukannya.

“Ada perencanaan, karena sudah membawa pisau yang disimpan di sepeda motornya. ‎Dia menyimpan pisau dan menunggu dosen hingga melakukan penusukan,” terangnya.

Jaksa mengungkapkan, ‎rekonstruksi ini digelar di Maporesta Medan karena mengingat dalam hal keamanan. “Ya dilakukan disini (di Mapolresta Medan) bukan di kampus, karena mempertimbangkan keamanannya,” imbuh jaksa.

‎”Untuk unsur pembunuhan perencanaannya ini memang sudah ada mengarah kesitu‎, karena kan dia sudah mempersiapkan pisau hingga melakukan penusukan,” tambah Aisyah.

Seperti diberitakan, kejadian ini terjadi pada Senin (2/5). Polisi menyebut, tersangka tega melakukan hal itu karena menaruh dendam kepada korban. Diketahui, korban memarahi tersangka ‎karena lupa membawa buku dan memarainya karena tak membahwa baju (SADAM)

Subscribe

MEDIA REALITAS