38519 KALI DIBACA

Giliran Papan Reklame Jalan Guru Patimpus Ditumbangkan

Giliran Papan Reklame Jalan Guru Patimpus Ditumbangkan
Lanjutan-Penertiban-Reklame yang dilakukan Dinas TRTB Medan di-jalan-Guru-Patimpus-Medan-Barat-
example banner

mediarealitas | Medan

Terbukti tidak memiliki izin, dua unit papan reklmae di Jalan Guru Patimpus, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat dibongkar Tim Terpadu Penertiba, Penindakan dan Pembongkaran Papan Reklame Pemko Medan, Rabu (2/6) malam. Namun tim terpadu hanya bisa membongkar satu papan reklame saja yang berukuran lebih kecil, sedangkan satu papan reklame gagal ditumbangkan karena  kurangnya alat pendukung.

Papan reklame yang berhasil dibongkar tersebut jenis baliho berukuran 4 x 16 meter. Posisi papan reklame yang berisi iklan promosi salah satu plaza bangun-bangunan itu berdiri persis di tengah-tengah median Jalan Guru Patimpus, persis depan Perkuburan Muslim.

Selain tidak memiliki izin, Kadis Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan, Ir Syampurno Pohan yang turun langsung memimpin pembongkaran didampingi Kabid Pengendalian dan Pemanfaatan Tata Ruang, Indra Siregar menegaskan, letak papan reklame itu juga tidak diperkenankan dan melanggar peraturan.

“Kita sudah mengingatkan pemilik papan reklame agar segera membongkar sendiri. Lantaran tidak dilaksanakan, makanya kita bongkar paksa malam ini. Pokoknya semua papan reklame yang menyimpang dan melanggar peraturan akan kita tertibkan!” kata Syampurno.

Sebelum pembongkaran dilakukan, Syampurno usai apel bersama dengan personel tim gabungan yang terdiri dari unsur Dinas TRTB, Polresta Medan dan Kodim 0201/BS. Tak lama beselang, Syampurno mendapat telepon dari seseorang. Baru sekitar 20 detik menerima telepon, nada suara Syampurno langsung meninggi.

“Kalau saya bersama tim sudah turun, tidak ada istilah pembongkaran papan reklame ditunda. Sebelumnya saya sudah mengingatkan untuk dibongkar sendiri, tapi tidak dilakukan. Jadi mohon maaf!” tegasnya sambil memutuskan hubungan telepon.

Setelah itu  Syampurno langsung memerintahkan tim terpadu turun ke lokasi melakukan pembongkaran. Diawali dengan membuka materi iklan, dilanjutkan dengan membelah papan reklame menjadi dua bagian dan kemudian diturunkan dengan menggunakan mobil crane. Kemudian dilanjutkan dengan pemotogan tiang.

Selanjutnya tim terpadu melanjutkan pembongkaran papan reklame yang lebih besar lagi, persisnya di depan Jalan Pepaya. Namun pemotongan papan reklame jenis billboard dan berukuran lebih kurang 6 x 12 meter gagal dilaksanakan, sebab mobil crane yang ada tak dapat menjangkau papan reklame karena memiliki ketinggian sekitar 18 meter dari permukaan jalan.

Khawatir kalau dipaksakan akan menimbulkan dampak buruk,. Syampurno kemudian memutuskan untuk menghentikan pembongkaran. Dia merencanakan pembongkaran akan dilanjutkan kembali, Kamis (3/6) malam dengan mendatangkan mobil crane yang memiliki jangkauan lebih tinggi lagi.(rel)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS