70119 KALI DIBACA

Akhirnya, Ranperda Lalulintas Disahkan

Akhirnya, Ranperda Lalulintas Disahkan
Gedung DPRD kota Medan
example banner

mediarealitas I Medan

Akhirnya, setelah seminggu tertunda, Rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang penyelenggaraan lalulintas dan angkutan jalan di Kota Medan  karena ketidakhadiran Walikota Medan Dzulmi Eldin dan Ketua DPRD Kota Medan Henry Jhon selaku pimpinan rapat paripurna sebelumnya diputuskan untuk disahkan menjadi Perda tentang penyelenggaraan lalulintas dan angkutan jalan .

Setelah seluruh unsur pimpinan dan fraksi bersama Sekretaris Daerah (Sekda) menggelar rapat di ruang transit untuk menghadirkan Walikota guna dilakukan pembubuhan tandatangan dari draf yang telah menjadi Perda (peraturan daerah).

Dan, terpenting bahwa Ketua Pansus Ilhamsyah setelah diaksanakannya paripurna nota jawaban Walikota Medan, Senin (27/6) langsung meminta pimpinan rapat (Henry Jhon Hutagalung) agar segera merespon tertundanya penetapan ranperda penyelenggaraan lalulintas dan angkutan jalan Kota Medan.

Lebih lanjut, usai penandatangan pengesahan Perda penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan di Kota Medan, Walikota  menyinggung meski belum bisa direalisasikan penambahan jalan, namun Pemerintah Kota (Pemko) akan terus melakukan koordinasi  dengan pemerintah pusat.“Penambahan jalan belum bisa kita lakukan, tapi kita juga harus koordinasi dengan pemerintah pusat,”ujarnya.

Eldin berharap terealisasinya pembangunan fly oper (jembatan layang) Kampung Lalang diikuti Underpass didaerah Titi Kuning, ini mampu mengurangi kemacatan. Selain, Pemko Medan juga sangat berharap segera terbangunnya Tol Binjai, Medan, Kualanamu dan Tebing Tinggi.

“Kalau sudah begitu, kenderaan-kenderaan besar  tidak lagi masuk ke inti kota, cukup melalui jalur tol tersebut . Insyaallah ini bisa kurangi kepadatan lalilintas di Medan ini, Jadi itu sangat kita harapkan,”ungkap Eldin.

Eldin juga secara transparan menginginkan proyek rel ganda dapat menopang lalulintas di Kota Medan.”Nanti kita berharap juga dengan adanya rel ganda, kita akan mintakan elepated  untuk rel-rel yang melalui 8 ruas jalan yang dilalui keretaapi dijadikan elepated,”paparnya.

Terkait aktualisasi dari Perda, menurut Eldin, Pemko Medan  juga telah merencanakan pelebaran jalan – jalan alternatif yang ada di Kota Medan selama ini. Insyaallah di tahun 2017 akan dilakukan pengerjaan atas jalan yang dulunya berstatus jalan alternative, sudah bisa menjadi jalan induk.

Demikian halnya, untuk angkutan massal oleh pemerintah pusat meskipun sudah ada, namun dikarenakan proses mungkin pada tahun depan sejumlah armada akan bertambah.”Kita masih tetap berharap pemerintah pusat memberikan kenderaan berbasis massal, dan kita tinggal persiapan-persiapan,”tambahnya (rom)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS