48119 KALI DIBACA

Satpol PP Razia Gepeng & Anak Jalan 30 Diamankan

Satpol PP Razia Gepeng & Anak Jalan  30 Diamankan

Medan | mediarealitas

                Satpol  PP Kota Medan menggelar razia  untuk menertibkan gelandang dan pengemis (gepeng) dan anak jalanan di sejumlah titik persimpangan di Kota Medan yang selama ini acap kali dijadikan lapak untuk mengais rezeki, Selasa petang  (2/2).  Diduga razia ini bocor   sehingga  dari ratusan gepeng dan anak jalanan  yang beroperasi  di sejumlah persimpangan jalan, hanya 30 (25 pria dan 5 wanita)  orang saja yang berhasil diamankan.

                Sebelum melakukan penertiban, sebanyak 2 kompi  (setingkat SSK) petugas Satpol PP Kota Medan yang berjumlah 108 orang terlebih dahulu menggelar apel di Kantor Satpol PP Jalan Adinegoro. Setelah menerima arahan dari Kasatpol PP, M Sofyan, petugas dengan mengendarai 3 unit truk, 3 unit mobil pick-up dan belasan sepeda motor bergerak menuju persimpangan jalan yang telah ditetapkan menjadi target razia.

                Adapun 30 gepeng dan anak jalanan yang diamankan itu hasil razia yang dilakukan dari sejumlah persimpangan jalan diantaranya, persimpangan Jln Cemara/Jln Krakatau yang menjadi target pertama razia. Namun pada saat tim berada di lokasi, tak satu pun  gepeng maupun anak jalan yang ditemukan. Padahal biasanya di kawasan itu selalu ramai dipenuhi gepeng maupun anak jalanan. Selanjutnya, tim bergerak menuju persimpangan Jln Kol L Yos Sudarso/Jln Pertempuran, persisnya, di bawah jembatan layang, tim hanya berhasil mengamankan seorang gepeng.

                Usai mengamankan  gepeng yang bersangkutan, tim kemudian menuju persimpangan Jln Gatot Subroto/Jln Asrama. Di tempat itu, tim kembali tak menemukan satu pun gepeng maupun anak jalanan. Razia dilanjutkan Simpang Pos Padang Bulan,  kali ini tim berhasil  menciduk 3 orang pengamen yang tengah beraksi. Meski sempat kabur namun ketiga pengamen kalah cepat dengan petugas sehingga mereka hanya bisa pasrah saat disuruh naik ke atas truk.

                Di persimpangan Jln Tritura/Jln STM, giliran seorang pengemis tua  yang diamankan. Menyusul 3 orang pengamen di persimpangan Jln Marendal/Jln Sisingamangaraja. Dua dari 3 pengamen itu coba melawan dengan meronta-rontakan tubuh mereka  untuk melepaskan diri. Namun usaha tersebut kandas, petugas Satpol lebih kuat dan membawa mereka dalam truk.

                Lalu di persimpangan Jln Juanda/Jln Katamso, tim  mengamankan 5 orang anak jalanan dan pengemis. Malah 3 orang anak jalanan ketangkap saat lagi asyik ‘ngelem’ dengan menghirup lem cam kambing dalam plastik. Selanjutnya di persimpangan Jln Abdullah Lubis/Jln Patimura, tim mengamankan 2 anak-anak  yang berprofesi sebagai pembersih kaca mobil dengan bulu ayam.

                Razia dilanjutkan di persimpangan Jln Sudirman/Jln T Cik Ditiro, kembali 2 pemuda lagi mengemis diamankan. Seluruh gepeng dan anak jalanan itu selanjutnya dibawa  menuju Kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.

                Menurut Kasatpol PP Kota Medan, M. Sofyan, razia ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan. Tujuannya, untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, terutama pengguna kenderaan bermotor. Di samping itu untuk menciptakan ketertiban, sebab keberadaan gepeng dan anak jalanan ini mengganggu kelancaran lalu lintas.

                Dijelaskan Sofyan, razia ini dilakukan  sore hari karena para gepeng maupun anak jalanan itu mulai beroperasi pada saat jam pulang kantor. “Itu sebabnya kita razia sore hari. Kita lihat pun keberadaan gepeng dan anak jalan  belakangan ini cukup marak, sehingga kehadiran mereka sudah meresahkan masyarakat, terutama pengguna kenderaan bermotor,” kata Sofyan.

                Lantas bagaimana dengan gepeng dan anak jalanan yang berhasil diamanankan ini? Sofyan menegaskan, mereka selanjutnya didata dan diberi bimbingan serta arahan agar tidak melakukan perbuatan seperti itu lagi. Setelah itu mereka disuruh membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi kembali  perbuatannya.

                “Usai buat surat pernyataan, mereka kita lepaskan kembali.  Soalnya Satpol PP, tidak diperkenankan  untuk menahan mereka. Kita sifatnya hanya melakukan pembinaan saja.  Agar pembinaan yang dilakukan lebih efektif, kita berharap agar Pemko Medan dapat membangun panti. Jika tempat itu (panti) ada tentunya dapat kita gunakan  untuk membina mereka lebih baik lagi,” ungkapnya.

                Guna meminimalisir keberadaan gepeng dan anak jalanan di persimpangan jalan, Sofyan menegaskan pihaknya  secara rutin akan terus menggelar razia. Untuk mendukung itu, Sofyan mengajak masyarakat agar segera melaporkan apabila melihat gepeng maupun  anak jalanan marak di persimpangan jalan.

                “Begitu menerima laporan, pasti kita akan turun untuk merazia mereka. Hal ini kita lakukan untuk membuat efek jera kepada mereka!” tegas Sofyan.(LR)

Subscribe

MEDIA REALITAS