50719 KALI DIBACA

Pedagang Pasar Petisah Tolak Renovasi

Pedagang Pasar Petisah Tolak Renovasi

Medan | mediarealitas

Pedagang pasar petisah, Medan menolak rencana renovasi yang dilakukan PD Pasar kota Medan. Mereka merasa keberatan atas sejumlah biaya yang dibebankan kepada pedagang. Hal ini terdengar saat rapat dengar pendapat (RDP) antara pedagang pasar petisah didampingi perwakilan persatuan pedagang pasar tradisional Sumatera Utara (P3TSU) dengan komisi C DPRD Medan, beberapa waktu lalu.

Adapun 7 item yang akan direnovasi oleh PD Pasar kota Medan, seperti merubah tampilan depan pasar petisah menjadi 3 dimensi, mengganti 2 eskalator, mengganti instalansi listrik, mengganti plafon di seputaran eskalator, mengganti keramik lantai pasar, mengecat/memperbaiki pintu rolling door kios, dan memperbaiki bangunan yang bocor.

Adapun biaya yang dibebankan kepada pedagang sebesar Rp28 juta untuk pedagang di lantai 1. Sementara biaya Rp18juta untuk pedagang di lantai II. Angka ini tersebutkan dalam rapat yang digelar PD Pasar kota Medan bersama pedagang pasar petisah pada 25 Januari 2016. Sebelumnya rapat serupa sudah digelar pada 12 Januari 2016.

“Saat itu pedagang yang tidak setuju bermaksud meninggalkan rapat. Namun pihak PD pasar melarang,”ujar Tomi Japutra selaku wakil ketua P3TSU mewakili pedagang.

Pedagang juga menilai rencaa renovasi tersbeut bernuansa kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN), karena tidak menghadirkan pengembang. Apalagi sebutnya, bangunan pasar petisah masih dalam keadaan kokoh. Dari 53 pasar tradisional yanga da di kota Medan, pasar petisah adalah yang paling kokoh. Sehingga tak seharusnya pasar petisah dir enovasi, apalagi sampai menggunakan uang pedagang.

“Kami juga bertanya jadinya. Kemana uang kontribusi yang kami bayar setiap hari. Belum lagi biaya yang kami keluarkan kalau mau perpanjang hak sewa. Kalau mau renovasi ya renovasi aja, tapi jangan kami lagi yang keluarkan biayanya,”ujar salah seorang pedagang.

Mendengar itu, anggota dewan komisi C, Godfried mengatakan dari item-item yang disebutkan adanya fasilitas umum. Hal ini tentu tidak sinergi dengan aturan yang berlaku, bahwa fasilitas umum merupakan tanggung jawab PD pasar kota Medan.

“Jadi saya sarankan bapak dan ibu baca dulu aturan hak dan kewajiban kalian sebagai pedagang apa. Kalau revitalisasi boleh diminta sama kalian. Kalu renovasi tidak boleh,”ujar Godfried.

Anggota dewan lainnya, Salman Alfarisi mengatakan renovasi ini seakan-seakan upaya illegal PD pasar kota Medan. Ia menyebutkan ini adalah kasus untuk kesekian kalinya.

“Saya secara pribadi melihat ini upaya illegal pd pasar. Dulu pasar kemiri dan palapa juga gitu. Tiba-tiba ada renovasi tapi begitu ribut-ribut, pd pasar buang badan, bilang engak tahu apa-apa. Itu akal-akalan pengembangnya. Semacam ilmu bela diri,”ujar Salman.

Untuk itu, dalam rapat yang dipimpin sekretaris komisi C, Ibnu Ubaydillah, direkomendasikan agar rencana renovasi etrsebut dibatalkan oleh PD Pasarkota Medan.

“Jadi kami rekomendasikan agar rencana renovasi tersebut dibatalkan,”ujar Ubay.(LR)

Subscribe

MEDIA REALITAS