47019 KALI DIBACA

Ir Akhyar Nasution : Tugas Utama Atasi Banjir di Kota Medan

Ir Akhyar Nasution : Tugas Utama Atasi Banjir di Kota Medan

Wakil Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi menegaskan, langkah pertama menjalani tugas nantinya ada empat hal dan tindakan yang akan dilakukan. pertama, posisi saluran drainase banyak ditutup oleh masyarakat. Anehnya, tidak ada lubang inlet. Sehingga air sulit masuk ke drainase, akibatnya ruas jalan menjadi tergenang oleh air. Kedepan ini harus dibenahi, setiap saluran drainase yang tertutup harus memiliki lubang inlet.

Alumni Teknik Sipil USU ini menyebutkan genangan air di jalan disebabkan sendimentasi (pendangkalan, Red) saluran drainase. Sehingga perlu dilakukan normalisasi dengan cara yang benar. Karena, selama ini banyak proses normalisasi yang berjalan dengan tidak sesuai, seperti penyempitan saluran drainase ketika dinding drainase dilakukan perbaikan.

“saluran drainase yang ada di Kota Medan tidak terhubung (disconected). Contohnya seperti saluran drainase yang ada di Jalan Bilal, saluran drainase di daerah tersebut sebelum dibuang ke sungai harus melewati jalur ke Jalan Krakatau, Sidorukun sampai akhirnya ke sungai yang ada di Jalan Bayangkara. Itu terlalu jauh, perlu dipersingkat waktu penyaluran air pada saluran drainase, rata-rata saluran drainase yang ada di Kota Medan seperti itu.”.ungkapnya

Akhyar juga menjelaskan,  melakukan normalisasi sungai yang ada di Kota Medan. Sayangnya normalisasi sungai menjadi tanggungjawab dari Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II (BWSS) atau instansi vertikal. Karena itu perlu komunikasi yang intens guna mencocokkan program kerja Pemko Medan yang dibiayai oleh APBD dan program BWSS II yang dibiayai oleh APBN.

 Akhyar menyebutkan, setelah drainase dan jalan, program percepatan yang akan dilakukan yakni menata transportasi agar Kota Medan tak bertambah macet. Perlu diketahui saat ini volume perkapasitas kendaraan per jam sudah mengalami peningkatan hingga 200 persen. Misalnya dalam satu jam kendaraan yang melintas 1.000 unit, tapi kondisinya sudah mencapai 2.000 unit. Hal inilah yang diantisipasi dengan beberapa pendekatan, diantaranya menyiapkan kendaraan massal, Land Rapid Transport (LRT), Mass Rapid Transport (MRT), dan bus rapid transport (BRT). “Kesemuanya tetap akan mendapatkan subsidi dari pemerintah,” katanya.

Syukuran

Usai pelantikan,  ribuan warga Kota Medan  menghadiri  acara syukuran yang digelar Drs H T Dzulmi Eldin S MSi beserta keluarga di rumah dinas Wali Kota Medan Jalan Sudirman Medan. Selain ungkapan rasa syukur kehadirat Allah SWT, acara ini juga digelar sebagai wujud rasa terima kasih kepada seluruh warga Kota Medan yang telah memilih dan kembali memberikan  amanah kepadanya  untuk memimpin Kota Medan.

            Eldin berharap melalui acara syukuran ini, semakin terbangun tali silaturahmi dan rasa kebersamaan yang erat dengan seluruh warga. Dalam acara syukuran ini,  Eldin bersama sang istri Hj Rita Maharani Dzulmi Eldin ditepung tawari oleh Plt Gubsu, Ir H T Erry Nuradi MSi beserta sejumlah pejabat lainnya sekaligus upah-upah agar terus diberi kekuatan dan kesehatan  oleh Sang Khalik sehingga berhasil menjalankan roda pemerintahan dengan baik.(LR)

 

Subscribe

MEDIA REALITAS