55719 KALI DIBACA

DPRD Minta Pertamina Perhatikan Warga Sekitar

DPRD Minta Pertamina Perhatikan Warga Sekitar

Medan | mediarealitas

Komisi D DPRD Kota Medan meminta Pertamina Bahan Bakar Minyak (BBM) Medan Grup memperhatikan warga sekitar yang terdampak karena pembangunan pagar dan tangki penyimpanan BBM.

Permintaan ini disampaikan Ketua Komisi D DPRD Medan, H.Sabar Syamsurya Sitepu S.Ikom dalam rapat dengar pendapat dengan Stasiun Pertamina BBM Medan Grup dan warga di Kelurahan Pekan Labuhan Lingkungan 21, yanh digelar di ruang rapat Stasiun Pertamina BBM Grup di Jalan Kolonel Yos Sudarso Km,20 Medan, Selasa (09/02/2016) sore

“Kita sangat mengharapkan Pertamina benar benar memperhatikan warganya dan menyalurkan dana CSR sesuai dan tepat sasaran,” jelas Sabar dalam rapat yang dihadiri langsung Manajer Komunikasi dan edukasi Pertamina Regional Sumatera Utara, Fitria Erika.

Sabar mengatakan, selama ini, warga yang persis berada di samping pagar Pertamina tidak pernah mendapat perhatian Pertamina. “Selama ini mereka tidak diperhatikan, soal bangunan pagar yang sudah mengakibatkan banjir dan polusi bau yang ditimbulkan dari kegiatan bongkar muat BBM di tangki Pertaminan yang menyebabkan warga sesak dan muntah-muntah,” jelasnya.

“Ini yang selama ini terjadi, sudah empat tahun lebih warga kerap mengalami kebanjiran dan polusi kadar udara. Kepada Pertamina saya sangat mengharapkan kalau tidak bisa memakmurkan msyarakat jangan menyusahkan masyarakat,”jelasnya seraya mengatakan Pertamina agar lebih peduli dengan warga sekitar.

Sementara itu, Anggota DPRD Medan lainnya Daniel Pinem menilai dalam permasalahan masyarakat dan Pertamina ada yang tidak transfaran sehingga masyarakat mengadukan keluhan mereka ke DPRD.

“Saya sendiri melihat ada yang tidak transfaran, dengan pembangunan tangki BBM mikik Pertamina sehingga masyarakat merasa di rugikan,” jelasnya.

Warga Menderita

Sementara itu, Zul Syahdan salah seorang perwakilan warga masyarakat mengaku dengan pembangunan pagar dan tangki penyimpanan BBM warga dibuat menderita.

“Akibat kondisi ini, warga dibuat menderita dengan bau yang ditimbulkan ditambah lagi dengan kondisi drainase yang mengakibatkan banjir akibat pembangunan pagar Pertamina,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Lurah Pekan Labuhan Khairul Husein mengakui permasalahan ini sudah pernah dikomunikasikan dengan PT Pertaminan secara lisan namun sampai sekarang tidak pernah terlaksana.

“Soal pembangunan Parit itu pernah diusulkam melalui PNPM namjn ditolak karena posisi parit itu seharusnya menjadi tanggung jawab pertaminan karena menjadi kawasan yang terdekat dengan mereka,” jelasnya.

Pihak Pertaminan sendiri melalui Manajer Humas Pertamina Region Sumatera Bagian Utara, Fitria Erika mengaku akan menyampaikan permasalahan ini sehingga bisa segera ditindaklanjuti.

“Untuk CSR memang ada programnya diantaranya untuk lingkungan dan kita programkan di 2016 ini,” jelasnya seraya mengatakan Pertaminan memohon maaf dengan adanya persoalan tersebut sehingga menyebabkan warga terganggu.(LR)

Subscribe

MEDIA REALITAS