58819 KALI DIBACA

Randiman Dukung Penuh  PBB Fair

Randiman Dukung Penuh  PBB Fair
example banner

Medan | mediarealitas

                Penjabat Wali Kota Medan, Drs H Randiman Tarigan MAP mendukung penuh digelarnya Pajak Bumi Bangunan (PBB) Fair di Lapangan Merdeka Medan pada 27 s/d 29 Nopember mendatang. Gawean yang digelar hasil kolaborasi Dinas Pendapatan (Dispenda) Kota Medan dengan Bank Sumut ini, akan memberikan makna edukasi bagi masyarakat tentang PBB. Di samping itu even ini juga untuk mengoptimalkan pendapatan PBB dari masyarakat.

                Dukungan ini disampaikan langsung  Pj Wali Kota ketika menerima kunjungan Kadis Pendapatan Kota Medan, H M Husni SE MSi bersama Direktur Pemasaran Bank Sumut, Ester Junita Ginting di Rumah Dinas Wali Kota  Jalan Sudirman Medan, Senin (9/11).

                “Atas nama pribadi dan seluruh jajaran Pemko Medan, saya sangat mendukung penuh digelarnya PBB Fair ini. Saya berharap melalui even ini mampu mengedukasi masyarakat sehingga mengetahui apa manfaat dari membayar PBB. Dengan demikian masyarakat dengan penuh kesadaran membayar  PBB,” kata Pj Wali Kota.

                Apalagi bilang Pj Wali Kota yang didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang), Qamarul Fatah dan Asisten Umum (Asmum) Setdakot Medan, Ikhwan Habibi Daulay, pelaksanaan PBB Fair ini tidak menggunakan dana APBD. Diharapkannya, terobosan yang dilakukan Dispenda ini bisa menginspirasi SKPD lainnya untuk mengikutinya.

                Selanjutnya ,  Randiman  mengungkapkan pentingnya masyarakat membayar PBB.  Pajak yang dibayarkan masyarakat tersebut digunakan untuk menggerakkan roda pembangunan. Untuk itu Randiman minta kepada Dispenda untuk terus mensosialisasikannya kepada masyarakat bekerjasama dengan camat dan lurah.

                Dalam pertemuan dengan Pj Wali kota, Kadispenda Kota Medan, H M Husni menjelaskan PBB Fair digelar selama 3 hari mulai 27-29 Nopember mendatang. Pihaknya akan membuka stand layanan PBB dan Bank Sumut. Selama tiga hari itu masyarakat selain mendapatkan edukasi tentang PBB, juga akan  disuguhkan dengan aneka hiburan.

Pemutihan Denda

                Di hari pertama jelas Husni, PBB Fair akan diisi dengan pesta  budaya yang diikuti para pelajar. Dalam parade budaya, para pelajar akan mengenakan busana etnis yang ada di Kota Medan diiringi dengan penyajian musik tradisional sesuai dengan busana daerah dikenakan. Selain busana daerah, masyarakat juga akan dimanjakan dengan hiburan musik.

                Sedangkan dihari kedua, selain pertunjukan musik, masyarakat, terutama yang membayar PBB  juga  berpeluang mendapat hadiah melalui lucky draw. Sebab, begitu membayar PBB di lokasi acara, mereka mendapatkan kupon untuk diundi. Bagi masyarakat yang beruntung akan mendapatkan  hadiah menarik.

                Tidak hanya bagi masyarakat pembayar PBB, terang Husni, mereka yang menjadi nasabah Bank Sumut juga berkesempatan akan mendapatkan hadiah menarik. Soalnya Bank Sumut akan melakukan penarikan hadiah Martabe bagi nasabahnya. “PBB Fair ini kita gelar selain untuk mengajak masyarakat untuk membayar PBB, juga dalam rangka menyambut HUT Bank Sumut,” jelasnya.

                Sedangkan hari ketiga (terakhir), tambah Husni, digelar sepada santai dan senam bersama. Dilanjutkan dengan memasak mie balap yang ditargetkan akan masuk dalam Rekor MURI. Direncanakan, 50 sampai 150 pedagang mie balap akan memasak mie balap untuk disajikan kepada seluruh yang hadir di Lapangan Merdeka.

                Menurut Husni, memasak mie balap  tidak hanya sekedar memasak, sebab akan dipandu oleh chef ternama sehingga mie balap yang dimasak benar-benar enak. Di samping itu akan diperhitungkan juga kecepatan memasak dan  banyaknya. “Kita pilih masak mie balap lantaran  masakan asli Kota Medan. Di daerah lain tidak ada mie balap, sudah itu dikonsumsi masyarakat mulai strata kelas bawah sampai atas,” jelasnya.

                Melalui rangkaian acara yang dikemas dalam PBB Fair ini, Husni berharap masyarakat akan membayar  PBB. Selain tidak mengenakan denda  bagi masyarakat yang terlambat membayar  PBB tahun ini, juga dilakukan pemutihan denda bagi masyarakat yang belum membayar pajak di tahun-tahun sebelumnya. Artinya, masyarakat cukup  membayar PBB sesuai dengan nilai pokok yang tertera dalam Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT).

                “Melalui pemutihan denda yang kita berikan ini, masyarakat semakin tertarik untuk membayar PBB. Semoga target yang diberikan kepada kita sebesar Rp.50 miliar dapat terpenuhi  di PBB Fair selama 3 hari ini. Jika even ini maksimal meningkatkan dalam upaya peningkatan pembayaran PBB, kita rencanakan PBB fair akan digelar setiap tahunnya,” ungkap Husni. (

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS