47319 KALI DIBACA

MKD DPR Verifikasi Transkrip Percakapan Politisi Pencatut Nama Presiden 14 Hari

MKD DPR Verifikasi Transkrip Percakapan Politisi Pencatut Nama Presiden 14 Hari
example banner

Jakarta | mediarealitas

Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) telah menerima bukti transkrip percakapan anggota DPR yang mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden terkait PT Freeport dari Menteri ESDM Sudirman Said. MKD selanjutnya verifikasi bukti itu selama 14 hari.

“Penerimaan laporan ini 14 hari dari sekarang kita akan tentukan sikap terhadap laporan ini,” kata Wakil Ketua MKD Junimart Girsang di gedung DPR, Jakarta, Senin (16/11/2015).

Junimart mengatakan, Sudirman baru menyerahkan transkrip pembicaraan yang merujuk pada pertemuan ketiga anggota DPR itu bersama pengusaha dan seorang pimpinan PT Freeport. Pertemuan digelar  Senin, 8 Juni 2015 pukul 14.00-16.00 WIB di kawasan Pacific Place, SCBD, Jakarta.

“Kita tadi tekankan agar Sudirman sesegera mungkin memberikan rekaman sesuai transkrip yang kita terima. Kita berharap besok atau lusa Pak Sudirman sudah bisa serahkan rekaman itu supaya tenaga ahli (MKD) bisa lakukan verifikasi,” ujar politisi PDIP itu.

Menurutnya, saat melaporkan ke MKD tadi, Sudirman memang sudah mengatakan akan menyusulkan rekaman aslinya kepada MKD. Tinggal menunggu kapan akan diserahkan.

“Ya nggak cukup (hanya transkrip) dong, harus combine antara transkrip dan rekaman. Kan bisa saja transkrip dipotong-potong,” tuturnya.

Setelah 14 hari itulah maka MKD akan memutuskan apakah laporan Sudirman bisa ditindaklanjuti. Jika bisa, maka MKD akan melakukan penyelidikan dan memanggil pihak-pihak terkait untuk diklarifikasi hingga memutuskan ada pelanggaran etik atau tidak.

Apakah MKD nanti akan turut memanggil pimpinan PT Freeport, pengusahan, dan Anggota DPR untuk klarifikasi rekaman itu?

“Sesuai dengan hasil verifikasi, nanti siapa yang akan kita panggil ke MKD untuk membuat perkara jelas dan terang tentu setelah verifikasi,” jawab Junimart.

Dalam jumpa pers usai melaporkan anggota DPR ke MKD siang tadi, Sudirman menyebut anggota DPR yang punya posisi kuat itu bersama pengusaha beberapa kali memanggil dan melakukan pertemuan dengan pimpinan PT Freeport.

Dari pertemuan pertama dan kedua, pimpinan PT Freeport menilai arah pembicaraan mengarah pada keinginan anggota DPR meminta saham kepada Freeport yang dikaitkan dengan janji memperpanjang kontrak PT Freeport yang berakhir 2021.

Maka pada pertemuan ketiga hari Senin, 8 Juni 2015 pukul 14.00-16.00 WIB di kawasan Pacific Place, SCBD, Jakarta, pertemuan tersebut direkam lalu dilaporkan pimpinan PT Freeport kepada Menteri ESDM Sudirman Said.

“Anggota DPR tersebut menjanjikan suatu cara penyelesaian tentang kelanjutan kontrak PT Freeport, dan meminta agar PT Freeport memberikan saham yang disebutnya akan diberikan kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla,” ucap Sudirman soal isi pertemuan ketiga itu.

“Keterangan tersebut saya peroleh dari pimpinan PT Freeport Indonesia,” imbuhnya.(dtk.com)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS