36119 KALI DIBACA

Mulai Hari Ini Pemko Medan Tetapkan Perda No. 2 Tahun 2015

Mulai Hari Ini Pemko Medan   Tetapkan Perda No. 2 Tahun 2015

Medan  | mediarealitas

Pemko Medan menyusun dan menetapkan Perda No.2 Tahun 2015 tanggal 24 Juli 2015, tentang Rencana detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kota Medan Tahun 2015-2035 menggantikan Perda No.12/DPRD/1979 tanggal 27 Desember 1979 dalam pemrosesan dan penerbitan Surat Izin mendirikan Bangunan (SIMB). Sejalan dnegan hal ini juga turut diberlakukan Perda No.1 Tahun 2015 tanggal 2015 tentang Bangunan dan Gedung.

                “Mulai tanggal 12 Oktober  2015 (hari ini), Pemko Medan dalam hal ini Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan  memberlakukan Perda No.2 Tahun 2015 menggantikan Perda No.12/DPRD/1979 tanggal 27 Desember 1979 dalam pemrosesan dan penerbitan SIMB. Dengan demikian permohonan SIMB yang diajukan masyarakat dapat diterbitkan,” kata Pj Wali Kota Medan di Balai Kota Medan kemarin.

                Randiman menjelaskan, sejak tahun 1979 sesuai  dengan Perda No.12/DPRD/1979 tanggal 27 Desember 1979, Kotamadya Daerah Tingkat II Medan menggunakan Rencana Sub Sub Wilayah (RSSW) sebagai dasar dalam penerbitan Keterangan Situasi Bangunan (KSB) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

                Sejak tahun 1979 sampai dengan tahun 2015, jelas Randiman, tidak pernah dilakukan evaluasi terhadap RSSW, sehingga proses penerbitan SIMB banyak mengalami kendala akibat ketidak sesuaian RSSW dengan perkembangan kota yang sangat pesat.

                Ditambahkan Randiman lagi, evaluasi rencana kota selalu didasarkan pada perda Kota Medan No.17 Tahun 2002  tanggal 17 Agustus 2002, tentang Retribusi Peruntukan Penggunaan Tanah yakitu meliputi Perubahan Peruntukan Tanah, Penghapusan Rencana Jalan dan Dispensasi Garis Sempadan Bangunan (GSB) yang hanya dilakukan pada lokasi-lokasi tertentu (parsial). Kondisi ini tidak mampu  mengantisipasi perkembangan Kota Medan yang semakin cepat.

                Mengantisipasi kondisi tersebut, mantan Kadispenda  Kota Medan mengungkapkan Pemko Medan menyusun dan menetapkan  Perda No.2 Tahun 2015 tanggal 24 Juli 2015, tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kota Medan Tahun 2015-2035 yang telah diundangkan dalam Lembaran Daerah Kota Medan Tahun 2015 No.2 Tambahan Lembaran Daerah Kota Medan Tahun 2015.

                Dalam Perda ini papar Randiman, turut dicantumkam Peraturan Zonasi yang membagi Kota Medan atas Zona Lindung (Ruang Terbuka Hijau) dan Zona Budidaya. Zona budidaya terdiri dari Zona Perumahan terbagi atas sub Zona Kepadatan Tinggi, Sub Zona Kepadatan Sedang dan Sub Zona  Kepadatan Rendah.

                Lalu sambung mantan Kabag umum ini, Zona Perdagangan dan Jasa yang terbagi atas Sub Zona perdaganagan dan Sub Zona Jasa Komersil, Zona perkantoran. Kemudian Zona Industri dan Pergudangan yang terdiri atas Sub Zona Industri dan Sub Zona Pergudangan, Zona Sarana Pelayanan Umum dan Zona Khusus yang terbagi atas Sub Zona Hankam dan Sub Zona Khusus lainnya.

                Selanjutnya, terang Randiman, Peraturan Zonasi ini mengatur (1) ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan, berupa pengaturan kegiatan-kegiatan yang diperkenankan dan tidak di[perkenankan dibangun pada setiap zona dengan ketentuan (a) Kegiatan Diizinkan/I, (b) Kegiatan diizinkan bersyarat terbatas/T, (c) Kegiatan diizinkan bersyarat tertentu/B dan (d) Kegiatan tidak diizinkan/X di bangun pada lokasi tertentu.

                “Dengan kata lain apabila suatu kegiatan dengan ketentuan I, T, dan B masih diperkenankan untuk diterbitkan SIMB dengan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam Perda tersebut. Sedangkan ketentuan X tidak dapat diterbitkan SIMB,” terangnya.

                Kemudian  (2) dari Peraturan Zonasi tersebut lanjut Randiman, Ketentuan Intensitas Pemanfaatan Ruang, berupa ketentuan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) maksimum, Koefisien Lantai Bangunan (KLB) maksimum, Koefisien Dasar Hijau (KDH) minimum dan Ketinggian Bangunan  maksimum. Sedangkan (3) Ketentuan Tata Bangunan berupa ketentuan garis sempadan minimum, Jarak bebas antar bangunan minimum dan tampilanm bangunan.(LR)

Subscribe

MEDIA REALITAS