75519 KALI DIBACA

Hanya Ada di Medan, Guru Dibilang ‘Bodat’ !

Hanya Ada di Medan, Guru Dibilang ‘Bodat’ !

Medan | mediarealitas

Apa mau dikata jika guru yang seharusnya menjadi orang yang paling dihormati malah disia-siakan bahkan dihina dan disebut ‘Bodat’ (Kamus lengkap diartikan sebagai monyet, dalam artian negatif / hinaan-red).

Kepedihan ini dirasakan Rosita Simatupang, S.Pd Guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 060925, Jalan. SM Raja, Km. 5.5 Kecamatan Medan Amplas Medan yang mengaku dihina oleh Kepala Seklolah Hj. Siti Amrona Sregar yang tak lain adalah atasannya sendiri.

“Hal inilah yang membuat saya kecewa, dia menggunakan kekuasaannya dengan semena-mena. Saat itu saya tidak mengikuti rapat dewan guru, dan melalui SMS (Short Message Service) ia mengatakan’Bodat’,” jelas Rosita, kepada wartawan di Gedung DPRD Medan, Rabu (19/08/2015) sore.

Terkait persoalan ini, ia pernah dipanggil Dinas Pendidikan Kota Medan karena dirinya dituduh menghina kepala Sekolah dengan menggunakan kata-kata ‘Bodat’.

“Karenanya masalah ini pernah saya dipanggil ke Dinas karena saya dilaporkan menghina ibu kepala sekolah dengan mengatakan ‘Bodat’,” terangnya.

Di kantor Disdik, Rosita menjelaskan dengan gamblang bahwa hinaan ‘Bodat’ untuk pertama kali diterima dirinya lewat SMS, kemudian saat itu dibalas dengan ‘Kamu Induk Bodat’.

“Saya jelaskan ke Dinas kalau saya bawahanmu bodat berarti kamu atasan saya induk ‘Bodat’, itu yang saya bilang ke Kepala Dinas dan Kepala Dinas pun tersenyum,” jelasnya.

Terkait permasalahan ini, pihaknya siap jika atasannya masih mempermasalahkannya. Hingga saat ini dirinya masih menyimpan bukti SMS penghinaan itu di rumah. “SMS itu masih aku simpan di rumah,” jelasnya.

Kepada wartawan, Rosita mengakui permasalahan yang dialaminya dengan atasannya sekarang ini bukan serta merta terjadi begitu saja. Awalnya perseteruan terjadi lantaran ia tidak mau diajak untuk menggelar Demosntrasi menentang Kepala Sekolah Rukiyah yang saat itu menggantikan Yohani Sagala.

“Jadi ceritanya panjang, saya waktu itu diajak demo menentang ibu Rukiyah menjadi kepala sekolah menggantikan  ibu Yohani Sagala yang merupakan ipar ibu Amrona Siregar. Setelah berselang lama Ibu Amrona menggantikan ibu Rukiyah di SD tempat saya mengajar dan dimulailah saya dipermasalahkan karena waktu itu tak mau ikut menentang keberadaan ibu Rukiyah,” jelasnya.

Akibat perseteruan itu, selain mendapatkan hinaan, Rosita juga akhirnya dimutasi atas permintaan Amrona Siregar ke Medan Area. “Arogansi dia tunjukan dengan memutasi saya ke Medan Area. Ini yang saya tidak bisa terima karena alasan mutasi tidak jelas,” jelasnya.

Sementara itu, Amrona Siregar ketika dikonfirmasi wartawan enggan berkomentar. Ia mempersilahkan wartawan untuk langsung menemuinya di sekolah.

“Silahkan saja datang ke sekolah besok pagi, tak enak menjelaskan di telpon,” jelasnya.

Amrona juga mengatakan terkait permasalahan dengan Rosita dirinya sudah akan dipanggil DPRD Medan namun karena ada halangan pemanggilan diundur. “Tadinya hari ini saya dipanggil ke DPRD, namun kerana dewan ada halangan jadinya diundur,” jelas Amrona. (LR)

Subscribe

MEDIA REALITAS