114119 KALI DIBACA

Kader PDIP Medan Protes Akhyar Jadi Cawawa

Kader PDIP Medan Protes Akhyar Jadi Cawawa

Medan | mediarealitas

Sepertinya keberadaan Akhyar Nasution sebagai pasangan Dzulmi Eldin, yang maju menjadi Walikota dan Wakil Walikota,tidak direspon oleh para kader-kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Medan. Pasalnya, Akhyar dinilai kader sebagai penghianat partai.

” Kami sangat menyesalkan atas keputusan partai yang merekomendasikan Akhyar Nasution sebagai Calon Wakil Walikota Medan yang berpasangan dengan Eldin. Menurut kami, apa tidak ada lagi kader-kader yang lebih baik untuk dicalonkan menjadi Wakil Walikota Medan. Seharusnya kader partai memiliki militansi tinggi, dan loyal kepada partai serta memiliki integritas yang tinggi, sehingga partai tidak gampak diputar balikkan ” Ujar April Luat Siahaan yang juga merupakan kader partai berlambang banteng merah ini, sekaligus ketua forum pedagang pasar kaki lima pendukung Megawati.

Sementara itu pembina Satgas PDIP Sumatera Utara, Guntur P.Turnip mengakui jikalau tugas dan fungsi dari Satgas PDIP antara lain,  mengamankan seluruh aset partai PDIP, kedua menjaga partai agar terhindar dari para kader penghianat di tubuh Partai. Dia juga membeberkan history sosok Akhyar yang dianggap pernah memburukkan citra partai banteng moncong putih tersebut.

“Saya tidak takut untuk mengatakan yang benar demi partai ini. Perlu untuk dicatat, bahwa Akhar telah melakukan pemburukan citra ibu Megawati Soekarno dan hal itu terjadi  pada tahun 2003 silam, dia pernah menuntut Ketua Umum Megawati Soekarnoputri terkait PDI Prokonstitusi karena tidak terpilih calonnya menjadi Ketua DPC Medan. Dan saat itu ketua DPC Medan terpilih adalah Usaha Ginting dari PDIP.  Kelompok Akhyar menuntut sebesar 5 M. Tanggal  25 April 2003 pernah mengundurkan diri dari PDIP.  Dan sudah pernah kena sanksi. Akhyar bukanlah kader partai, dia  pernah mencalonkan DPRD Sumut  Tahun 2004 dari Partai PNI Marhain.” Ucapnya.

Salah satu kader Partai Rudolf Sinaga yang turut hadir mengajukan protes didepan Kantor DPD PDIP Sumut Jalan Hayamuruk Medan mengatakan ada kemungkinan Ketua Umum PDIP tidak mengetahui pribadi Akhyar.
Padahal dia(Akhyar) dalam penjaringan namanya tidak pernah muncul apalagi mendaftarkan diri untuk ikut menjadi calon, juga tidak mengikuti test and propertest untuk menjadi calon wakil Walikota Medan.

” Kami sangat yakin Megawati tidak mengetahui hal ini. Makanya Megawati mengeluarkan rekomendasi untuk pencalonan Akhyar menjadi Wakil Walikota Medan. Kami juga sudah pernah menyurati terkait Akhyar kepada Ibu Megawati ke DPP PDIP, namun kami menduga surat kami tersebut tidak sampai kepada Ibu Megawati.” Pungkasnya.

Masih menurutnya, mereka dalam waktu dekat ini akan melakukan aksi damai di Medan terkait rekomendasi DPP PDIP yang merekomendasikan Akhyar maju menjadi calon wakil walikota Medan, yang kami nilai tidak mengetahui rekam jejak Akhyar Nasution. “Seharusnya kader partai memiliki militansi tinggi, dan loyal kepada partai serta memiliki integritas yang tinggi, sehingga partai tidak gampak diputar balikkan.

Sementara itu, Solo Simanjuntak menambahkan bahwa DPP blunder dan tidak mengetahui bagaimana sepekterjangnya di Partai ini.” Mau dibawa kemana Partai ini, kita sudah dipartai ini, sejak mulai Pro-Mega. Jadi para pemimpin PDIP harus bijak dalam menempatkan calonnya.” Tegas Solo.(LR)

Subscribe

MEDIA REALITAS