9819 KALI DIBACA

200 Anak Di Kepri Terserang Campak dan Rubella

200 Anak Di Kepri Terserang Campak dan Rubella
ilustrasi

 

Batam I Realitas – 200 anak di Kepri terserang campak dan rubella.

Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Riau (Kepri) Tjetjep Yudiana mengungkapkan, sejak 2017 sampai tahun ini campak dan rubella sudah menyerang sekitar 200 anak di wilayah kerjanya.

“Selama tahun lalu sampai tahun ini, sudah 200 anak yang dideteksi campak dan rubella,” kata Tjetjep di Batam, Kepri, Kamis (13/9/18).

Tjetjep menuturkan, pemerintah terus berusaha mendorong warga menyertakan anak-anak mereka yang berusia sembilan bulan hingga 15 tahun dalam program imunisasi campak-rubella (Measles-Rubella/MR) untuk menekan penularan dan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus itu.

“Jangan sampai terjadi wabah,” imbuhnya.

Karena itulah, Tjetjep mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Kepri untuk menggalakkan sosialisasi imunisasi MR, karena, hingga pekan kedua September baru 38 persen dari 608.124 anak di Kepri yang menerima vaksin, apalagi, cakupan vaksinasi MR pada anak usia sembilan bulan hingga 15 tahun di Kepri menjadi nomor delapan terburuk di Indonesia setelah Riau yang cakupan imunisasinya baru 18,47 persen hingga September.

Menurut Tjetjep, cakupan imunisasi MR rendah karena masih ada warga yang menolaknya menyusul pro dan kontra mengenai kehalalan vaksin yang digunakan dalam program imunisasi meskipun pemerintah terus berusaha mensosialisasikan pentingnya vaksin bagi kesehatan anak.

“Masalahnya, masyarakat terlanjur khawatir dengan yang haram kemarin, meski sudah ada klarifikasi bahwa dibolehkan, sangat berat memberikan keyakinan kepada masyaarakat,” ujarnya sebagaimana dilansir Antara.

Laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan, campak dan rubella adalah penyakit infeksi virus yang menular melaui saluran pernapasan, anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi campak dan rubella atau yang belum pernah mengalami penyakit ini beresiko tinggi tertular.

Campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti diare, radang paru peunomia, radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian, sedangkan, rubella menyebabkan penyakit ringan pada anak, namun bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.(citypost/feri)

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS