356219 KALI DIBACA

Disebut Sebut dr Andalas Bukan Pegawai Pemerintah Aceh Akhirnya Gagal Tes Administrasi Calon Kepala SKPA

Disebut Sebut dr Andalas Bukan Pegawai Pemerintah Aceh Akhirnya Gagal Tes Administrasi Calon Kepala SKPA
DR dr M Andalas, SpOG, / Foto Internet

example banner

Banda Aceh | Media Realitas-Mantan Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, DR. dr M Andalas, SpOG gagal lolos dari seleksi administrasi calon pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Aceh.

Informasi tersebut diketahui, sejumlah Wartawan Rabu, 20 Desember 2017, dari sejumlah pejabat yang ikut sebagai tim seleksi calon SKPA.

Saat Tim Seleksi mengumumkan 350 nama calon Kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) yang lulus tes administrasi, dari awal hingga akhir daftar nama yang lulus, tidak terlihat ada nama DR dr M Andalas, SpOG, mantan Wadir RSUZA Banda Aceh.

Dalam lembaran pengumuman yang ditandatangani oleh Ketua Panitia Seleksi (Pansel), T Setia Budi dengan nomor surat PENG/PANSEL/003/2017, ternyata putra asli Aceh Besar berusia 57 Tahun itu gagal meskipun pernah memangku eselon II b saat menjabat wadir bidang pelayanan RSUZA, rumah sakit terbesar di Aceh ini.

Saat bertemu wartawan, Rabu (20/12/2017) pria kelahiran Banda Aceh, 28 November 1960 yang sering di sapa Andalas ini mengaku heran dengan hasil tes tersebut.

“Saya sekarang berusia 57 Tahun, pernah menjabat eselon II, kenapa tidak lolos?,” tanya dia berwajah kecewa lagi.


Pihak Timsel telah menegaskan, hasil pengumuman berdasarkan berita acara penetapan hasil seleksi administrasi nomor BA/PANSEL/002/XII/2017 tidak dapat diganggu gugat lagi.

Ketua Tim Seleksi, T Setia Budi hanya mampu mengungkapkan rasa prihatin atas ketidaklulusan dr Andalas.

“Beliau adalah dosen di Unsyiah dan bukan pegawai Pemda, ujar Setia Budi.

Benar beliau pernah menjabat sebagai Wadir di RSUZA dan beliau orang yang cukup potensial,” kata mantan Sekda Aceh ini kepada wartawan, menjelaskan sebab ketidaklulusan dokter ahli kandungan ini.

Sambung Setia Budi, calon pejabat yang dibolehkan mendaftar berusia di atas 56 tahun hanya dikhususkan bagi pegawai Pemerindah Aceh bukan dari lembaga lain.

“Yang diperkenankan untuk ikut seleksi dengan umur di atas 56 tahun itu adalah khusus bagi pejabat atau mantan pejabat yang berstatus pegawai Pemerintah Aceh. Kenapa demikian, terlalu panjang untuk saya jelaskan melalui sms atau WA. Tks,” demikian pungkas T Setia Budi.( hai )

Subscribe

MEDIA REALITAS