81019 KALI DIBACA

11 Provinsi Lapor KLB Difteri, Temasuk Aceh

11 Provinsi Lapor KLB Difteri, Temasuk Aceh

example banner

Jakarta | Media Realitas – Kasus kematian akibat difteri menjadi momok bagi sejumlah daerah. Setidaknya ada 11 provinsi yang melaporkan Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat difteri.

“Pada kurun waktu Oktober–November 2017 ada 11 provinsi yang melaporkan terjadinya KLB Difteri di wilayah kabupaten/kota-nya,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Oscar Primadi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/12/2017)

Sebelas provinsi itu yakni Sumatera Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Sebagai langkah pencegahan agar difteri itu tak mewabah, mulai Senin (11/12) besok akan ada imunisasi secara serentak di 3 provinsi. Ketiga provinsi itu ialah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Tiga wilayah ini menjadi prioritas karena pertimbangan kepadatan penduduk sehingga penularannya lebih cepat.

“Tahap pertama 11 desember di 3 tempat Banten, Jawa Barat, dan DKI, karena prioritas melihat kepadatan penduduk, tingkat penularan bisa terjadi lebih cepat. Bukan berarti yang lain tidak tapi yang lain akan dilakukan setelah 2018,” tambah Oscar.

Baca juga: Kemenkes Sebut 66 Persen Kasus Difteri Akibat Tak Diimunisasi

Oscar menegaskan imunisasi masih cara yang ampuh untuk menangani difteri. Dia mengibau masyarakat jangan ragu untuk mendatangi Posyandu, Puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya untuk mendapatkan imunisasi tersebut.

“Makanya kita harus cegah dengan imunisasi dulu nggak ada cara lain, harus lengkap, komplit dan tuntas. Datang ke Posyandu, Puskesmas, atau fasilitas kesehatan gratis kok,” kata Oscar.

Baca juga: Difteri Paling Mudah Menular Lewat Bersin
Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae dan dapat menyebabkan kematian terutama pada anak-anak. Penyakit ini memiliki masa inkubasi 2-5 hari dan akan menular selama 2-4 minggu, memiliki gejala antara lain demam, batuk, sulit menelan, selaput putih abu-abu (pseudomembran), pembengkakan pada leher, sulit bernafas.

Penyakit ini sangat menular dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani secara cepat. Namun penyakit ini dapat dicegah dengan imunisasi rutin yang lengkap (imunisasi dasar pada usia 2 bulan, 4 bulan dan 6 bulan, 18-24 bulan dan usia sekolah dasar).

Difteri Paling Mudah Menular Lewat Bersin
Saat ini Indonesia sedang memerangi wabah penyakit difteri. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) karena jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diphteriae tersebut telah banyak memakan korban jiwa, setidaknya di 20 provinsi di Tanah Air.

“Kebanyakan penyakit difteri yang menyerang tenggorokan ini yang mewabah di beberapa provinsi Indonesia. Ini perlu kita waspadai bersama. Bahkan, begitu satu orang ditemukan positif difteri, hal ini sudah termasuk kategori kejadian luar biasa (KLB),” kata dokter spesialis anak yang berpraktik di Kramat Jati, dr Arifianto, SpA.

Difteri merupakan penyakit menular yang membahayakan. Penularan difteri bisa terjadi karena percikan ludah orang yang mengidap penyakit tersebut mengenai orang lain yang belum terjangkit.

“Ketika orang yang terinfeksi bersin atau batuk, mereka akan melepaskan uap air yang terkontaminasi dan memungkinkan orang di sekitarnya terpapar bakteri tersebut. Bila terhirup oleh orang-orang di sekitarnya, bakteri ini dengan cepat menyebar, apalagi jika area tersebut padat dengan orang,” tambahnya.

Ia menjelaskan, penularan penyakit difteri bisa dengan kontak langsung maupun tidak langsung. Percikan air ludah yang berterbangan saat penderita berbi­cara, batuk atau bersin membawa serta kuman-kuman difteri. Apalagi lingkungan yang kotor bisa menyebabkan difteri lebih mudah lagi menyerang anak-anak.

“Mulai pernapasan, kuman masuk kedalam tubuh orang di sekitarnya, maka akan terjadi penularan penyakit dari seorang penderita ke orang-orang di seki­tar­nya. Selain itu, bisa ditularkan melalui benda atau makanan yang telah terkon­taminasi,” jelasnya lagi.

Menurutnya gejala penyakit difteri seperti demam, batuk, pilek ringan, terjadi disebabkan pembengkakan pada tenggorokan. Tanda­nya seperti sakit ketika menelan, keluar cairan dari hidung, sakit kepala, adanya pembentukan selaput di tenggorokan berwarna putih ke abu-abuan kotor, serta kesulitan bernafas. Gejala tersebut akan muncul 2-5 hari setelah terinfeksi tetapi bisa juga muncul setelah 10 hari kemu­dian. (red/bbs)

Subscribe

MEDIA REALITAS