90619 KALI DIBACA

Pekerjaan Jalan dan Jembatan di Jalan Negara di Kawasan Aceh Selatan Terkesan Amburadul

Pekerjaan Jalan dan Jembatan di Jalan Negara di Kawasan Aceh Selatan Terkesan Amburadul

Tapaktuan | Realitas-Penanganan jalan dan jembatan di lintasan Jalan Negara Tapaktuan-Aceh Selatan-Blangpidie-Abdya terkesan amburadul.

Pasalnya, selama pekerjaan berlangsung,  kontraktor pelaksana PT. Kawan Sepakat tidak mempertimbangkan kenyamanan pengguna jalan, terbukti dengan tidak tersedianya petugas pemandu jalan yang senantiasa stand by di lokasi proyek tersebut.

Warga di sekitar lokasi Gampong Gunung Kerambil Kecamatan Tapaktuan dan pengguna jalan, pekan lalu,  menyatakan keprihatiannya, karena dapat menimbulkan kecelakaan, sebagaimana beberapa kali terjadi pada lintasan yang  dinilai rawan kecelakaan.

“Para pengguna jalan sering kali terjebak pada saat melintas, apalagi di waktu malam hari sehubungan tidak terpasangnya lampu pada kedua sisi jembatan,” kata warga setempat.

Menurut pengguna jalan yang datang dari arah Kecamatan Samadua, Marlina (30) dan Eko menyampaikan kepada media ini Rabu (30/5/2018) di Tapaktuan, ia mengaku pekerjaan jembatan pada lintasan Gunung Kerambil-Tapaktuan, sangat menjengkelkan.

Hal itu disamping pada daerah proyek yang sedang dikerjakan, tanpa ada petugas untuk mengarahkan berhenti maupun jalan, sehingga pekerjaan pembangunan tersebut terkesan amburadulnya, penanganan jembatan itu, terlihat pada tehnis pekerjaan yang tidak mempriotaskan timbunan pada bagian kepala jematan (abumen).

Tanpa Plang

Berbagai kalangan di Aceh Selatan, di antaranya LSM dan pemerhati pembangnunan, menyorot juga tentang ketidak profesionalan rekanan melakukan pekerjaan.

Akibat dari itu, mengalami kerusakan atas kondisi badan Jalan Nasional di lintarsan Aceh Selatan yang mengalami kerusakan sehingga menghambat arus lalu lintas darat di   kawasan barat-selatan  Aceh.

“Melihat kondisi seperti ini, saya sangat prihatin,” katanya saat melakukan peninjauan jalan  di kawasan pegunungan Panorama Hatta Tapaktuan, Selasa, (19/12/2018).

Menurutnya, kondisi itu perlu segera di atasi, sehingga lalu lintas tidak terhambat dan terhindar dari insiden.

Kapolres Aceh Selatan melalui Wakapolres Kompol Iskandar A, SE, Ak dan beberapa perwira di jajaran Polres Aceh Selatan, sempat melihat dari dekat salah satu  titik lokasi yang sangat berbahaya yakni di perbatasan Panjupian-Lhok Rukam yang longsor dengan kedalaman diperkirakan 150 Meter .

“Ini sangat berbahaya, maka perlu penanganan, dan untuk tanda darurat agar dibuat police line,” katanya seraya memerintahkan stafnya untuk segera memasang gari spolisi tersebut.

Sebab, katanya, kondisi badan jalan sudah sangat membahayakan pengguna jalan dan juga rawan terjadi laka lantas terutama pada malam hari karena minimnya sarana penerangan jalan.

Sekedar informasi, kondisi longsor itu, sudah berlangsung sejak tahun 2016 lalu, bersamaan dengan perbaikan yang dilakukan PJN Tapaktuan-BTS Bakongan.

Petugas lapangan PJN Tapaktuan-BTS Bakongan Siboy, tidak memiliki kewenangan atas perbaikan badan jalan yang rusak, kecuali hanya melaporkan kepada atasannya di Banda Aceh.

Kapolres yang baru bertugas di Aceh Selatan,  meminta perhatian serius para pihak  terkait dan segera memperbaiki kondisi jalan tersebut.

“Sebelum menelan korban jiwa hendaknya segera di tangani, “ katanya.

Apalagi kata dia, peningkatan  arus lalulintas dipengujung tahun yakni masa libur dan tahun baru,  lazim terjadi.

“Kami tidak menginginkan ada korban jiwa karena sarana penyediaan pelayanan kepada masyarakat yang tidak memadai,” kata Kapolres Aceh Selatan, AKBP Dedy Sadsono, ST.(MR.ZULMAS)

Subscribe

MEDIA REALITAS