153619 KALI DIBACA

Kadisdik Aceh Resmikan Gedung SLB Negeri Al-Fansuri Aceh Singkil

Kadisdik Aceh Resmikan Gedung SLB Negeri Al-Fansuri Aceh Singkil

Aceh Singkil I Realitas -Kepala Dinas Pendidikan Aceh Drs Laisani MSi meresmikan Gedung Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Al Fansuri Kabupaten Aceh Singkil di Pulo sarok, Aceh Singkil, Provinsi Aceh Selasa (20-2-2018).

Peresmian SLB Singkil besamaan dengan diresmikan SMA Negeri 3 Gunung Meriah yang bangunannya berdekatan dengan SLB. Hadir dalam cara tersebut selain Asisten III Yusfa Hanum, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Singkil Yusfit Helmi SPd, sejumlah Kepala Sekolah tingkat SD, SMP dan SMA, serta para undangan lainnya.

Kepada Wartawan, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Drs Laisani Msi. mengatakan, 15 orang murid yang sudah terdaftar 15 orang di SLB Negeri Al Fansuri saat ini sudah dipersiapkan tenaga pengajar khusus 10 orang, yakni Satu orang Kepala Sekolah Pegawai Negeri Sipil, 8 orang tenaga pendidik Honor dan satu orang lagi Tata Usaha, yang di fasilitasi satu ruang kantor, satu ruang Serbaguna dan satu ruang belajar murid. Sedangkan Pelajar SMA Negeri 3 Gunung Meriah pelajarnya sudah berjumlah 80 orang, 15 orang guru.


“Untuk SLB diperlukan layanan khusus, yang maksudnya bagaimana keterjangkauan dan bagaimana guru melakukan pelayanan secara sabar, tabah terhadap anak – anak kita yang tidak sempurna fisik, mental dan karakternya, karena sudah ketentuan Allah SWT,” ujarnya.

Sehingga, kata Laisani, inilah kehendak Allah mencoba umatnya bagaimana ketulusan kita untuk memberikan hal hal penting bagi anak yaitu mendidik, terlebih sekolah luar biasa ini sangat dibutuhkan keahlian khusus.

Kepada pelajar sekolah luar biasa potensi keterampilannya juga bisa diasah oleh guru, mereka pasti dianugrahi Allah SWT kelebihan, nah kelebihan inilah yang dituntut nantinya kepada guru ahli untuk menggali potensinya sehingga mampu mandiri, terampi,” kata Laisani.

Sudah banyak potensi pelajar luar biasa yang berprestasi, seperti olah ragawan, seniman pelukis dan penyanyi Solo (tunggal), karena setiap kekurangan pasti punya kelebihan khusus dan hal itu sudah biasa diperlombakan di tingkat nasional,” yang artinya tidak ada keputus asaan dalam mendidik anak,” ungkapnya.

Kemudian, sambungnya, kekurangan sekolah ini masih ada seperti alat peraga dan itu harus kita maklumi, dan itu akan terus kita analisis sesuai dengan pengajuan pihak Kepala Sekolah SLB ini.

Laisani juga menyinggung tingkat potensi prestasi pendidikan di Kabupaten Aceh Singkil masuk urutan ke sepuluh besar tingkat Aceh, dari 23 Kabupaten/Kota Provinsi Aceh, dan peringkat itu harus terus di tingkatkan.(Rostani).

Subscribe

MEDIA REALITAS