127819 KALI DIBACA

Diduga Salah Perencanaan Pembangunan Waduk Anggaran DAK Tahun 2016 Tidak Bermamfaat Bagi Masyarakat

Diduga Salah Perencanaan Pembangunan Waduk Anggaran DAK Tahun 2016 Tidak Bermamfaat Bagi Masyarakat

Langsa | Media Realitas – Hasil investigasi lapangan, sejak sepekan terakhir setelah melihat, memperhatikan dan meneliti hasil kegiatan  peningkatan  waduk (embung) serta jaringan irigasi  Matang  Setui kecamatan Langsa Timur kota Langsa, Provinsi Aceh terindikasi tidak dapat di fungsikan dengan baik.

Proyek Milyaran rupiah dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2016 tidak dapat dimamfaatkan seutuhnya oleh masyarakat sebagai mana mestinya.

Amatan media ini, proyek senilai Rp 4.445.300.000,00 untuk peningkatan waduk dan jaringan irigasi terkesan sebgai proyek cari untung bagi dinas terkait dan pemerintah kota langsa.

“Tidak berfungsinya waduk serta jaringan irigasi disebabkan beberapa hal yang kurang diperhitungkan dalam perencanaan tersebut, diantaranya adalah.

1. Luas Areal Waduk penampung volume debit Air untuk mengairi sawah masyarakat.

2. Debit curah hujan rata-rata pertahun (data badan metrolagi).

3. Sumber pengambilan air tidak ada dilokasi (Daerah Aliran Sungai/DAS).

4. Perhitungan volume debit air yang dibutuhkan untuk luas areal sawah yang di aliri.

5. Perhitungan volume debit saluran Induk dan Tersier untuk sawah.

6. Penampang Saluran Induk dan Tersier berada dibawah sawah.

7. Konsultan Perencana membuat hasil  akhir dengan tidak menghitung  volume debit airsehingga tidak mencukupi untuk memenuhi untuk pertanian.

8. Apakah  DED (Detai Engineering  Design) yang dibuat hanya untuk   pengamprahan anggaran, tetapi tanpa adanya Perhitungan Analisa Struktur yang jelas sehingga hasil akhir dari pembangunan peningkatan waduk dan jaringan irigasi Matang Setui Meurandeh kecamatan Langsa Timur, hanya di   atas kertas, tapi hasil dilapangan bagi masyarakat pertanian yang dirugikan begitu juga dengan negara.

9. Konsultant pengawas tidak memberikan masukan atau analisa yang lebih logika dengan hasil dari perencanaan maka hasil yang didapat, volume air untuk mengairi sawah tidak tercukupi dan aliran air dari waduk untuk mengairi sawah, tidak dapat di aliri dalam memasuki musim kemarau sesuai dengan kebutuhan maka masyarakat pertanian yang mengolah (membajak) sawah masih mengguna   sawah tadah hujan, maka bangunan   waduk dan jaringan tersebut tidak dapat digunakan dengan baik dan layak.

Dengan kondisi fisik bangunan yang tidak bisa di mamfaatkan oleh masyarakat pengguna, untuk bercocok   tanam dalam kapasitas penggunaan   air yang kurang pada saat musim kemarau / memasuki bulan April yang tidak turun hujan.

Masyarakat lebih baik bercocok tanam dalam musim penghujan atau lebih lazim disebut sawah tanah hujan.

Pembangunan eaduk dan jaringan irigasi tersebut, terkesan tidak memenuhi standar kebutuhan  masyarakat pertanian pada lokasi waduk, dan proyekvtersebut lebih terkesanvmemberikan keuntungan dan mamfaat bagi pihak pihak yang berkepentingan dengan mengatas namakan kepentingan masyarakat.

“Saat ini masyarakat yang memuliki lahan sawah di seputaran waduk,  masih menggunakan mesin sehingga musim kemarau waduk dan jaringan yang dibangun jelas tidak ada air karena dilokasi tersebut tidak ada sumber air.

“Untuk waduk yang ditampung dan mengairi sawah, maka waduk tersebut menjadi kering dan masyarakat untuk desa tersebut dan beberapa desa tetangga tidak dapat bercocok tanam.

Seharusnya dengan adanya pembangunan waduk dan jaringan irigasi yang di bangun didaerah itu, bisa bermamfaat bagi masyarakat, bukan bagi para pelaksana proyek.

“Wartawan Media ini yang melakukan investigasi langsung ke lapangan menemukan adanya kejanggalan baik waduk dan jaringan irigasi yang di bangun terkesan asal jadi.

Sampai berita ini di tayangkan Jumat ( 26/4 ) belum ada keterangan resmi baik kontraktor pekerja proyek waduk tersebut maupun pihak Dinas Pekerjaan Umum kota Langsa, kabid Pengairan pada Dinas Pekerjaan Umum Gunawan hingga berita ini tayang belum bisa di hubungi, dan begitu juga saat di telpon tidak ada tespon.

“Beberapa waktu lalu, waduk tersebut juga sempat meninggal dunia salah seorang warga desa itu sebut sebuah sumber kepada media ini Jumat 26 Mei 2017.(Hai)

Subscribe

MEDIA REALITAS